SBY Art Community Gelar Pameran Seni Lukis di TIM Jakarta

Share

Komunitas seni SBY Art Community meresmikan pameran bertajuk Art for Peace and a Better Future: Collaboration di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026) malam, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Acara pameran tersebut menampilkan berbagai karya dari 21 seniman komunitas serta lima pelukis cilik. Salah satu peserta yang berpartisipasi adalah pelukis asal Jerman, Christopher Lehmphfuhl, yang mewakili Kornfeld Galerie Berlin setelah diundang langsung oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Christopher sempat diajak berkunjung ke kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat, serta mendatangi sejumlah destinasi seperti Monumen Nasional, Gunung Salak, Candi Prambanan, hingga Candi Borobudur di Magelang.

Pengalaman perjalanan tersebut menginspirasi Christopher untuk memproduksi serangkaian karya lanskap menggunakan teknik melukis cat air dengan jari secara langsung di luar ruang. Ia turut membawa seri lukisan tinta Tiongkok dan sketsa hitam-putih yang dibuat berdasarkan dokumentasi pribadinya.

"Seorang rekan memberi saya tinta Tiongkok, dan saya membuat seri yang terdiri dari sekitar 10 karya lukisan tinta dan cat air berdasarkan foto-foto yang saya ambil saat di Jerman. Sebenarnya saya tidak biasa melukis berdasarkan foto, namun dalam kasus ini, melukis langsung di lokasi candi tidak memungkinkan karena jadwal kegiatan yang sangat padat. Jadi, saya sangat senang bisa membawanya kembali dan memamerkannya di sini," kata Christopher Lehmpfuhl, Pelukis dari Kornfeld Galerie Berlin.

Selain memamerkan karya lanskap candi, Christopher membagikan pengalamannya saat mengabadikan pemandangan ibu kota dari ketinggian gedung Balai Kota DKI Jakarta.

"Saya mencoba menangkap bentuk kota ini, memang cukup rumit untuk digambarkan-maksud saya, setiap kota memiliki bentuk, warna, dan karakteristik cahayanya sendiri," kata Christopher Lehmpfuhl, Pelukis dari Kornfeld Galerie Berlin.

Meskipun menyoroti kondisi kondisi lingkungan kota, ia menilai arsitektur Monas memberikan keunikan tersendiri di tengah lanskap perkotaan.

"Jakarta tentu saja, adalah kota dengan tingkat polusi yang agak tinggi dibandingkan kota lainnya, namun tetap punya bentuk yang sangat menarik. Monumennya pun sangat mengesankan karena tampak seperti sebuah karya seni pahat di tengah keseluruhan pemandangan tersebut," kata Christopher Lehmpfuhl, Pelukis dari Kornfeld Galerie Berlin.

Selama mengeksplorasi wilayah Jawa Barat, pelukis lanskap tersebut juga mengunjungi kawasan Gunung Salak untuk melukis objek air terjun dan pepohonan di sekitar lokasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author