Jamal Musiala Didiagnosis Mengidap Kejang Absans Usai Kolaps

Share

Pemain muda Bayern Munich, Jamal Musiala, didiagnosis mengidap kejang absans akibat gangguan pada sistem saraf. Kepastian medis ini didapatkan usai penggawa timnas Jerman tersebut dua kali terkapar di lapangan dalam rentang waktu berdekatan, sebagaimana dilansir dari Detik Health.

Musiala tercatat sempat kolaps hanya delapan menit setelah masuk sebagai pemain pengganti pada laga persahabatan melawan Heidenheim. Kejadian serupa sebelumnya juga dialami pemain berusia 23 tahun tersebut ketika bertanding menghadapi RB Leipzig.

Melalui akun Instagram pribadinya, Musiala memberikan penjelasan terbuka untuk memberikan kepastian mengenai kondisi medis yang sedang dihadapinya kepada para penggemar.

"Saya didiagnosis mengidap kejang absans singkat dan sementara, namun dapat diobati, yang dipicu oleh disfungsi neurologis. Hal inilah yang menyebabkan insiden baru-baru ini, seperti pada laga melawan Leipzig dan Heidenheim," kata Musiala.

Guna menangani gangguan neurologis tersebut, ia saat ini telah menjalani penanganan intensif dari tim dokter spesialis saraf. Dokter memberikan rekomendasi bahwa Musiala tetap diperbolehkan merumput tanpa adanya kekhawatiran risiko jangka panjang.

"Dengan persetujuan medis dari dokter spesialis saraf, saya ingin terus melakukan apa yang paling membantu pemulihan saya: menjalani hidup dan mengejar passion saya bermain sepak bola," kata Musiala.

Menurut laporan Cleveland Clinic, kejang absans merupakan jenis kejang durasi singkat sekitar 3 hingga 15 detik yang memicu penderitanya mendadak menatap kosong serta kehilangan kesadaran lingkungan. Kondisi ini tergolong tidak berbahaya dan dipicu oleh lonjakan aktivitas listrik mendadak pada sel saraf otak, yang kerap dipicu faktor genetik, paparan cahaya terang berkedip, maupun hiperventilasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author