Saham BBRI Berbalik Melemah Setelah Empat Hari Diborong Asing
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berbalik melemah pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, setelah empat hari berturut-turut diborong oleh investor asing.
Harga saham BBRI turun 1,28% ke posisi Rp 3.080 dengan volume transaksi mencapai 153,8 juta saham senilai Rp 477,71 miliar, sementara investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 170 miliar pada hari tersebut, menurut investor.id.
Analis dari CGS International Sekuritas memprediksi saham BBRI berpotensi melemah lagi dengan batas support di level 3.060 dan 3.040, namun tetap ada peluang kenaikan dengan resistance di 3.120 dan 3.160.
JP Morgan memberikan pandangan positif dengan meningkatkan rekomendasi saham BBRI menjadi overweight dan menetapkan target harga moderat Rp 3.400.
"BBRI memiliki bisnis kuat di kredit mikro yang mendukung profitabilitas besar, meskipun sempat mengalami pemburukan aset," ujar JP Morgan.
JP Morgan menambahkan bahwa perbaikan internal dan program pemerintah untuk masyarakat bawah menjadi faktor yang memperbaiki kondisi BBRI.
"Konsensus pasar kemungkinan akan segera merevisi proyeksi kinerja keuangan BBRI karena valuasi saham yang masih murah," kata JP Morgan.
KB Valbury Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga lebih tinggi Rp 4.010 menggunakan model Gordon Growth Model (GGM), berlandaskan valuasi P/B 1,8 kali untuk proyeksi 2026.
Potensi katalis positif untuk saham BBRI termasuk pertumbuhan kredit yang lebih baik dari ekspektasi, penyesuaian imbal hasil kredit secara moderat, serta perbaikan kualitas aset yang mendukung penurunan cost of credit.
Namun, risiko yang perlu diwaspadai adalah pertumbuhan kredit yang lebih lemah, rasio biaya terhadap pendapatan yang naik, serta tekanan sentimen pasar akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, berdasarkan riset BNI Sekuritas, pada pekan ketiga Agustus 2026 indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,12% ke level 6.401 akibat sentimen pelemahan rupiah dan volume transaksi yang belum solid.
BNI Sekuritas mencatat investor asing melakukan aksi beli terbesar pada saham BBRI senilai Rp 719 miliar, menjadikannya top foreign buy, sementara saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi top sell asing senilai Rp 821 miliar.
Kevin J. Hutabarat, analis BNI Sekuritas, memproyeksikan IHSG masih bergerak sideways dengan potensi support di 6.363 dan 6.039 serta resistance di 6.557 dan 6.838.
BNI Sekuritas juga merekomendasikan strategi spekulasi beli pada enam saham pilihan, termasuk saham BBRI yang masih menjadi favorit investor asing berdasarkan volume transaksi dan nilai akumulasi.