Haji Isam Bidik Akuisisi 62,2 Persen Saham Bayan Resources Senilai US$5,5 Miliar

Share

Haji Isam, pengusaha pemilik PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dikabarkan tengah membidik pengambilalihan 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan nilai akuisisi sekitar US$5,5 miliar, menurut sumber dari IDNFinancials pada Agustus 2026. Rumor ini mencuat setelah foto Haji Isam bersama pemegang saham pengendali BYAN, Dato' Low Tuck Kwong, dan pemilik Republik Korpora Indonesia, Norman Joesoef, terlihat meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada 15 Agustus 2026. Empat perusahaan sekuritas tercatat melakukan pembelian bersih saham BYAN pada 14 Agustus 2026, termasuk Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai pembeli terbesar, dengan nilai transaksi di atas Rp100 juta untuk masing-masing perusahaan, menandakan minat investor yang meningkat terhadap saham BYAN.

Saham BYAN melonjak 19,01 persen ke level Rp14.400 pada perdagangan tanggal 14 Agustus 2026, terdorong oleh rumor akuisisi tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh IDNFinancials.

Dari sisi kinerja, Bayan Resources mencatat laba bersih semester I-2026 sebesar US$410,25 juta, naik 17,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan juga meningkat menjadi US$1,74 miliar, naik 7,29 persen secara tahunan, dilansir dari data keuangan perusahaan. Mengenai rumor ini, Corporate Secretary Bayan Resources, Jenny Quantero, menyatakan bahwa perseroan belum mengetahui rencana akuisisi atau pengambilalihan saham tersebut, termasuk oleh pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam.

"Saat ini perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut," ujar Jenny Quantero melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada 18 Agustus 2026. Namun, menurut Jenny, pemegang saham pengendali mempertimbangkan berbagai opsi untuk memaksimalkan investasi mereka di perusahaan.

"Pemegang saham pengendali perseroan dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan," tambahnya. Jenny juga memastikan tidak ada rencana transaksi pengambilalihan saham BYAN oleh Haji Isam atau pihak yang terkait hingga tanggal surat klarifikasi. "Sampai dengan tanggal surat ini, perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," jelasnya.

Selain itu, Bayan Resources menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional dan kinerja keuangan akibat rumor tersebut.

Hingga penutupan perdagangan pada 18 Agustus 2026, saham BYAN menguat 19,96 persen dan mendukung kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir pada posisi 6.450, naik 0,75 persen. Selain saham BYAN, sejumlah saham yang terkait dengan Grup Haji Isam juga mencatat kenaikan signifikan, seperti PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang naik 24,72 persen dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang naik 19,93 persen. Kinerja keuangan emiten Grup Jhonlin pada semester I-2026 menunjukkan hasil beragam, dengan sebagian laba bersih mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya, menurut data BRI Danareksa Sekuritas.

Haji Isam dikenal sebagai pengusaha dengan portofolio bisnis yang meliputi pertambangan batu bara, logistik, kelapa sawit, hingga mineral seperti nikel, yang diperkuat dengan pembelian saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) pada Mei 2026 senilai sekitar Rp936,65 miliar.

Struktur kepemilikan Bayan Resources per Mei 2026 tercatat Low Tuck Kwong memiliki 40,24 persen, Elaine Low memegang 22 persen, dan PT Sumber Suryadaya Prima menguasai 10 persen saham, sehingga total kepemilikan mencapai 62,22 persen, hampir sama dengan porsi yang dibidik oleh Haji Isam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author