Penunjukan Patrick Vieira Memicu Perpecahan di Federasi Senegal

Share

Penunjukan Patrick Vieira sebagai pelatih baru tim nasional Senegal memicu gelombang perpecahan internal di tubuh Federasi Sepak Bola Senegal (FSF). Keputusan tersebut diambil dalam rapat darurat Komite Eksekutif pada Senin (17/8/2026) sore WIB.

Pengumuman resmi mengenai kesepakatan tersebut dirilis oleh FSF sehari setelah pertemuan darurat yang berlangsung secara daring tersebut diselenggarakan.

"Federasi Sepak Bola Senegal mengumumkan kepada publik, media, dan seluruh pelaku sepak bola bahwa komite daruratnya menggelar pertemuan luar biasa melalui teknologi konferensi video pada Senin 17 Agustus 2026, tepat pukul tiga sore," bunyi pernyataan resmi FSF dilansir dari Goal.

Langkah FSF dalam meresmikan juru taktik baru tersebut disampaikan langsung melalui pernyataan lanjutan organisasi.

"Setelah melalui pertimbangan, komite darurat secara aklamasi menyetujui penunjukan Patrick Vieira di posisi pelatih tim nasional senior Senegal," tambah pernyataan resmi FSF.

Meski klaim aklamasi disampaikan secara resmi, situasi di internal federasi dilaporkan jauh dari kata sepakat. Laporan media lokal L'Observateur melalui jurnalis Khadim Diakhaté mengungkapkan bahwa pemilihan pelatih asal Prancis tersebut diwarnai perdebatan sengit dan ketegangan antaranggota.

Situs Afrik Foot melaporkan penolakan sejumlah anggota dipicu oleh rekam jejak kepelatihan Vieira yang dinilai menurun, terutama saat menangani klub Genoa. Selain itu, Presiden FSF Abdoulaye Fall mendapat kritik tajam karena dinilai mengambil keputusan secara sepihak tanpa melibatkan anggota komite secara memadai.

Perselisihan tersebut berkembang menjadi perdebatan mengenai tata kelola organisasi dan kepatuhan terhadap prosedur internal FSF. Mengenai pengenalan resmi ke publik, pihak federasi menyatakan tanggal konferensi pers akan diumumkan pada kesempatan berikutnya.

Vieira dijadwalkan segera memulai konsultasi bersama pejabat FSF untuk menyusun staf kepelatihan tim nasional Senegal. Dalam kesepakatan kerja ini, pelatih berusia 50 tahun tersebut diperkirakan menerima gaji bulanan sebesar 35 juta franc Afrika atau sekitar 53.357 euro.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author