PM Inggris Andy Burnham Tanggapi Pesan Palsu Kepala Staf Trump
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengonfirmasi bahwa dirinya sempat berkomunikasi melalui pesan singkat dengan seseorang yang menyamar sebagai kepala staf Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pengakuan ini disampaikan Burnham saat melakukan kunjungan kerja di kota Wolverhampton, Inggris tengah, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Rabu (19/8/2026).
Laporan yang pertama kali diungkap oleh Politico menyebutkan bahwa Burnham sempat mengirimkan beberapa pesan melalui saluran komunikasi khusus kepada penipu yang mengaku sebagai staf senior Trump, Susie Wiles. Burnham baru menyadari kecurigaan tersebut setelah pertukaran pesan berlangsung singkat.
Ia memastikan bahwa tidak ada informasi penting atau rahasia negara yang bocor dalam komunikasi tersebut. Penanganan atas kasus penipuan identitas ini juga langsung ditindaklanjuti secara resmi oleh otoritas terkait.
"Tidak, saya tidak merasa malu, karena pertukaran pesannya sangat minim. Tidak ada hal yang krusial, dan sebenarnya, saya segera menyadari bahwa hal ini perlu dilaporkan, dan saya pun melakukannya," kata Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris.
Ia menambahkan bahwa penanganan cepat telah dilakukan guna mengantisipasi dampak dari insiden penipuan tersebut.
"Jadi, saya menanganinya dengan cara yang tepat. Semua politisi menghadapi tekanan dan tantangan seperti ini, tetapi saya telah melakukan segalanya dengan benar," ujar Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris.
Respons cepat juga telah berkoordinasi dengan pihak berwenang di kedua negara.
"Tindakan yang tepat telah diambil, baik di sini maupun di AS," kata Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris.
Insiden penipuan ini dinilai serius hingga membuat Kedutaan Besar Inggris di Washington melaporkan masalah tersebut secara resmi kepada Gedung Putih. Burnham sendiri baru saja menjabat sebagai perdana menteri menggantikan Keir Starmer pada 20 Juli lalu.