Christo Popov Tumbang dari Kenta Nishimoto di Kejuaraan Dunia BWF 2026
Langkah unggulan kelima asal Prancis, Christo Popov, terhenti pada babak 64 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah ditundukkan wakil Jepang, Kenta Nishimoto, di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Selasa (18/8/2026).
Popov menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 19-21 dari Nishimoto. Hasil tersebut menjadi kejutan lanjutan di sektor tunggal putra setelah sehari sebelumnya juara bertahan sekaligus peringkat satu dunia asal China, Shi Yu Qi, juga kandas di fase awal.
Kekalahan ini menghentikan tren positif Popov yang sebelumnya sukses mengamankan gelar Jerman Terbuka, Kejuaraan Eropa, dan Jepang Terbuka, serta menjuarai BWF World Tour Finals 2025. Sehari sebelum laga tunggal putra ini, Popov bersama pasangannya Toma Junior Popov juga telah tersingkir pada babak pertama sektor ganda putra dari pasangan Jepang Takumi Nomura dan Yuichi Shimogami.
Kemenangan di New Delhi sekaligus mengakhiri tren negatif Nishimoto yang selalu tersingkir pada babak pertama dalam enam turnamen BWF World Tour terakhir. Pebulu tangkis berusia 31 tahun tersebut memanfaatkan pengalaman bertandingnya untuk meredam tekanan pada poin-poin kritis.
Nishimoto menilai efektivitas kontrol permainan menjadi kunci utama untuk mengatasi kecepatan bertanding yang dimiliki Popov.
"Saya harus bermain dengan kontrol yang baik karena lawan saya sangat cepat. Saya pemain yang berpengalaman dan hal itu membantu. Christo merupakan salah satu favorit, jadi mungkin dia berada di bawah tekanan besar," kata Kenta Nishimoto seperti dikutip dari BWF.
Popov sempat memberikan perlawanan ketat pada gim kedua dan memimpin skor 18-16. Namun, Nishimoto berhasil mengejar hingga meraih match point sebelum pengembalian bola mendatar dari Popov menyangkut di net.
Usai laga, Popov mengakui bahwa sang lawan mampu tampil lebih konsisten dan minim kesalahan sepanjang pertandingan berlangsung.
"Pertandingannya sebenarnya berlangsung bagus dan ketat. Dari sisi permainan bulu tangkis, memang bukan penampilan terbaik saya karena saya membuat banyak kesalahan," kata Christo Popov.
Popov menambahkan bahwa beberapa momen kunci di lapangan lebih menguntungkan posisi lawan.
"Dia lebih baik dari saya di sisi permainan yang bagus. Pertandingannya 50-50 dan ada lima atau enam situasi penting yang berpihak kepadanya. Pada momen-momen penting, dia bermain lebih baik," ujar Christo Popov.
Pemain asal Prancis itu membeberkan bahwa kekalahan tersebut bukan disebabkan oleh beban status unggulan yang disandangnya.
"Tekanan tidak membebani saya. Kami harus berada dalam kondisi 100 persen sejak babak pertama. Kenta memang bermain lebih baik," kata Christo Popov.
Popov juga mengevaluasi performa teknisnya yang sempat menyulitkan langkahnya sendiri di lapangan.
"Menurut saya, ini sebenarnya pertarungan yang bagus. Dari segi bulu tangkis, ini bukan yang terbaik, saya membuat banyak kesalahan," kata Christo Popov dilansir dari Badminton Europe.
Pebulu tangkis berusia 24 tahun itu menyebut ketepatan pukulan lawan menjadi pembeda utama pada akhir gim kedua.
"Saya rasa Kenta (Nishimoto) juga melakukan beberapa pukulan yang kurang bagus, tapi dia melakukannya lebih sedikit," kata Christo Popov.
Popov menutup pernyataannya dengan menyoroti kesulitan yang dialaminya saat mengantisipasi arah pengembalian bola lawan.
"Saya rasa dia lebih unggul di sisi-sisi krusial daripada saya, di mana saya kesulitan pada game kedua untuk melakukan pukulan lift…," kata Christo Popov.
Tersingkirnya dua nama besar seperti Shi Yu Qi dan Christo Popov membuat peta persaingan sektor tunggal putra Kejuaraan Dunia BWF 2026 semakin terbuka bagi para pemain lain yang melangkah ke babak 32 besar.