Investor Korea Selatan Borong Saham AS dan Indeks KOSPI Anjlok

Share

Indeks KOSPI Korea Selatan ditutup melemah tajam 1,55 persen ke level 6.869,83 pada Selasa, 18 Agustus 2026, di tengah gelombang eksodus investor ritel domestik yang mengalihkan dana mereka ke pasar saham Amerika Serikat.

Tekanan jual melanda bursa Seoul hingga indeks kehilangan 108,11 poin dari posisi pembukaan di level 7.127,77. Koreksi dipicu oleh aksi ambil untung pada saham unggulan seperti Samsung Electronics yang turun 2,19 persen dan Hyundai Motor yang anjlok 3,97 persen.

Berdasarkan data Korea Exchange dan Yonhap News, volume perdagangan mencapai 399,04 juta saham senilai 29,64 triliun won. Investor institusi membukukan penjualan bersih 784,9 miliar won, sementara investor asing dan ritel masing-masing mencatat beli bersih 91,4 miliar won dan 731,29 miliar won.

Meski melakukan aksi beli harian di bursa lokal, investor ritel Korea Selatan secara umum terus melepas portofolio domestik dan memborong saham AS. Korea Securities Depository mencatat aksi beli bersih saham AS oleh investor Korea mencapai US$4,5 miliar pada Juli.

Sekitar US$840 juta dari dana tersebut mengalir ke American Depositary Receipts (ADR) produsen cip SK Hynix yang diperdagangkan di AS. Instrumen ini dijual dengan premi harga sekitar 10 persen dibandingkan saham aslinya di pasar bursa Korea Selatan.

Senior Vice President Acadian Asset Management, Owen Lamont, menilai fenomena pembelian ADR lokal di pasar luar negeri tersebut sebagai indikasi adanya spekulasi berlebih.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author