IHSG Menguat 1,27 Persen Investor Asing Borong Saham BBCA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 1,27 persen ke level 6.482,99 pada perdagangan sesi I, Selasa (18/8/2026), seiring dengan masuknya aksi beli bersih atau net buy investor asing di pasar saham Indonesia.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan nilai transaksi pembelian sebesar Rp2,22 triliun dan penjualan Rp2,11 triliun. Secara akumulatif, asing membukukan net buy sebesar Rp112,88 miliar di seluruh pasar.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target utama akumulasi asing dengan nilai net buy tertinggi mencapai Rp98,37 miliar. Di sisi lain, saham perbankan ini mencatat laba bersih bank only sebesar Rp5,1 triliun pada Juli 2026 atau tumbuh 5 persen secara tahunan (YoY).
Pencapaian Juli tersebut mendorong laba bersih bank only BBCA selama periode 7 bulan pertama 2026 (7M26) mencapai Rp35,3 triliun. Angka ini naik 2 persen secara tahunan dan setara 59 persen dari estimasi konsolidasi 2026 konsensus.
Pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) BBCA mulai bertumbuh lebih baik pada Juli 2026 di level 4 persen YoY. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan Net Interest Margin (NIM) ke level 5,5 persen pada Juli 2026 dibanding Juni 2026 sebesar 5,2 persen.
Penyaluran kredit nominal BBCA berada di level sekitar Rp1.000 triliun per Juli 2026 dengan pertumbuhan 8 persen YoY. Sementara itu, beban provisi melandai pada Juli 2026 dengan penurunan 18 persen YoY dan 37 persen secara bulanan (MoM).
Aksi beli asing pada sesi I perdagangan Selasa juga menyasar PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp62,35 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp56,47 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp31,27 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp30,77 miliar.
Sebaliknya, tekanan jual asing melanda PT Indosat Tbk (ISAT) dengan net sell terbesar mencapai Rp131,31 miliar. Tekanan net sell asing juga terjadi pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp88,07 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp81,53 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp55,55 miliar, serta PT Astra International Tbk (ASII) Rp31,80 miliar.
Masuknya dana asing ke saham perbankan besar sejalan dengan keputusan MSCI August 2026 Index Review yang mempertahankan BBCA, BBRI, dan BMRI dalam konstituen MSCI Global Standard.