Peneliti Manfaatkan Hiu Pengamat Data Laut untuk Prediksi Badai
Peneliti dari Universitas Delaware memanfaatkan hiu sebagai media pengumpul data kondisi laut secara real-time. Hewan predator ini difungsikan sebagai pengamat lalu lintas data oseanografi untuk mendeteksi potensi cuaca ekstrem. Metode tersebut diterapkan untuk memprediksi intensitas badai sebelum mencapai daratan.
Proyek riset ini dilansir dari Detikcom, Selasa (18/8/2026). Peneliti Aaron Carlisle menjelaskan bahwa penggunaan sensor pada hewan laut telah lama diterapkan oseanografer. Sebelumnya, peneliti memanfaatkan anjing laut gajah di kawasan kutub karena minimnya observasi ilmiah di area tersebut.
Pemilihan hiu didasari oleh populasinya yang melimpah serta tersebar hampir di seluruh lautan. Hiu juga kerap muncul ke permukaan laut sehingga memudahkan pengiriman data ke satelit.
Hiu yang menjadi subjek penelitian, seperti hiu bernama Bob, akan menyelam hingga ke lapisan mixed layer. Lapisan air ini menyimpan panas yang memicu energi pembentukan badai. Suhu hangat pada lapisan campuran tersebut berkontribusi langsung pada peningkatan kekuatan badai. Oleh karena itu, pengumpulan data dari area ini menjadi prioritas utama para ilmuwan.
Mekanisme Pengumpulan dan Pengiriman Data Badai
Ilmuwan memasang perangkat elektronik berupa label Conductivity, Temperature, Depth (CTD) pada sirip punggung hiu. Alat berukuran kecil ini mencatat tingkat salinitas, suhu air, dan kedalaman laut. Proses pemasangan label pada sirip hiu dilakukan secara cepat dengan durasi kurang dari lima menit. Pemasangan dilakukan dengan kehati-hatian tinggi agar tidak membahayakan hewan.
Setiap kali hiu berenang mendekati permukaan, label secara otomatis mentransmisikan data ke jaringan satelit di orbit Bumi. Sistem komunikasi ini bekerja secara berkala setiap hiu muncul ke atas air. Kandidat doktor ilmu kelautan Universitas Delaware, Caroline Wiernicki, mengilustrasikan hiu Bob seperti pegawai yang membawa profil suhu harian sebelum kembali menyelam.
Pengumpulan data ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi prakiraan badai di wilayah Carolina Utara hingga Massachusetts. Informasi hasil olahan data kemudian disebarkan kepada masyarakat di wilayah pesisir.
Melalui proyek ini, para ilmuwan berharap dapat memperluas pemahaman mengenai perilaku hiu sekaligus memberikan manfaat keselamatan bagi manusia.