Ryanair Ejek Gennaro Gattuso Usai Lazio Gugur Dari Coppa Italia
Komplikasi kekalahan Lazio dari Mantova di Coppa Italia bertambah setelah akun sosial media resmi Ryanair Italia melayangkan sindiran terbuka kepada pelatih Gennaro Gattuso. Maskapai penerbangan tersebut mengunggah formulir lamaran kerja yang ditujukan langsung kepada mantan pelatih tim nasional Italia itu.
Aksi jenaka maskapai penerbangan murah tersebut memicu gelombang kemarahan dari kelompok suporter Lazio. Para pendukung pasang badan membela sang pelatih baru sekaligus melancarkan kritik tajam ke akun media sosial perusahaan penerbangan itu.
Hasil buruk dalam pertandingan resmi perdana tersebut membuat Gennaro Gattuso angkat bicara secara terbuka mengenai performa anak asuhnya.
"Sebuah pukulan telak, saya pasang badan, ini memang pantas. Ini seperti menerima pukulan di wajah. Sekarang diam dan kerja keras, saya bertanggung jawab.
Kami tahu ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kami terus melangkah. Ini menyakitkan, kami harus meminta maaf. Tiga bulan lalu ada final yang dimainkan, mereka berada di Serie B, tetapi kami harus terus melangkah, ini tanggung jawab kami.
Para pemain sudah memberikan segalanya, kami harus berkembang dalam banyak aspek, kami terus melangkah. Hari ini orang-orang mencari alibi, tidak perlu bicara pasar transfer, kita bicara tentang siapa yang berada di lapangan. Terlalu mudah bicara soal pasar transfer dan siapa yang absen.
Kami pasang badan dan melihat apa yang bisa kami lakukan dalam beberapa hari ke depan," ujar Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.
Di sisi lain, kekalahan 0-2 di Stadion Olimpico tersebut juga memicu respons keras dari kelompok suporter terorganisir Lazio. Para Ultras melayangkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Presiden Klub Claudio Lotito dan memberikan peringatan keras kepada skuad.
"Berakhir buruk dan dimulai lebih buruk," ujar Ultras Lazio, Pendukung Lazio.
Kelompok suporter tersebut menegaskan sikap mereka terkait kepemimpinan klub serta komitmen pemain di lapangan.
"Mewajibkan perlawanan terhadap kediktatoran seorang pria yang tidak tahu cara menerima kekalahan dan tidak memiliki pandangan jauh ke depan untuk memahami bahwa ia telah mencapai akhir jalan," ujar Ultras Lazio, Pendukung Lazio.
Mereka menegaskan perjuangan kelompok suporter demi kebebasan klub akan terus berlanjut hingga titik darah penghabisan.
"Kami menginginkan kebebasan kami dan untuk itu kami akan berusaha hingga batas kemampuan kami," ujar Ultras Lazio, Pendukung Lazio.
Para pendukung juga menekankan tidak adanya iktikad baik dari pihak manajemen untuk mendekatkan diri kepada kelompok suporter.
"Kami akan waspada di seluruh Roma agar tidak ada gangguan terhadap pekerjaan Anda," ujar Ultras Lazio, Pendukung Lazio.
Guna memastikan dukungan tetap mengalir, kelompok pendukung mengancam akan mendampingi tim dalam laga tandang di berbagai kota.
"Anda akan melihat kami di sektor tandang di seluruh Italia dan jika laga tandang terorganisir ditutup, kami akan mengorganisasi perjalanan budaya yang indah ke kota-kota tempat Lazio kita bermain," ujar Ultras Lazio, Pendukung Lazio.