Taipan Teknologi Prediksi Manusia Tinggal dan Bekerja di Luar Angkasa
Gagasan mengenai keberadaan manusia yang menetap hingga beraktivitas secara profesional di antariksa kini makin menguat di kalangan pebisnis elite dunia. Para tokoh pimpinan perusahaan teknologi global telah melontarkan proyeksi bahwa ruang angkasa bakal menjadi wilayah hunian sekaligus area kerja masa depan.
Pendiri Voyager Technologies, Dylan Taylor, menyampaikan pandangannya mengenai potensi keberadaan pangkalan manusia di luar Bumi. Eksekutif industri antariksa tersebut optimistis bahwa momentum itu sudah makin dekat, seperti dilansir dari Detik iNET.
"Manusia pasti akan tinggal dan bekerja di luar angkasa," tutur Taylor kepada Fortune.
Ia menargetkan kawasan Bulan sebagai pijakan utama bagi aktivitas manusia dalam kurun waktu satu dekade ke depan. Taylor memperkirakan koloni tersebut bakal terbangun pada periode 2030-an awal, lengkap dengan pangkalan operasional yang memancarkan cahaya kehidupan dari permukaannya.
"Langkah berikutnya adalah Bulan. Hal itu akan terjadi pada tahun 2030-an, kemungkinan besar di awal tahun 2030-an," tambah Taylor.
Visi eksplorasi antariksa ini sejalan dengan pandangan yang pernah disampaikan oleh pendiri SpaceX, Elon Musk. Musk menilai bahwa pembentukan koloni mandiri di planet lain, seperti Mars, menjadi syarat penting untuk menjaga kelangsungan peradaban manusia dalam skala antarbintang.
"Jika kita mampu membuat kehidupan mandiri di Mars, kita akan melewati salah satu filter terbesar. Itu kemudian membuat kita menjadi (penjelajah) antarbintang," ujar Musk ketika membalas tweet seseorang, pada 25 November 2021.
Musk turut menyoroti usia Bumi yang sudah mencapai sekitar 4,5 miliar tahun. Menurutnya, kepastian tenggat waktu bagi peradaban untuk menjadi spesies multiplanet masih belum dapat diprediksi secara pasti.
"Bumi berusia sekitar 4,5 miliar tahun, tetapi kehidupan masih belum multiplanet dan sangat tidak pasti berapa banyak waktu yang tersisa untuk menjadi begitu," sambungnya.
Pendiri Amazon dan Blue Origin, Jeff Bezos, melontarkan gagasan pemanfaatan ruang angkasa dari sudut pandang ekologi. Bezos mengusulkan pemindahan seluruh sektor industri berat dan industri berpotensi polusi ke luar Bumi guna menjaga kelestarian lingkungan planet ini.
"Pada akhirnya kita harus memindahkan semua industri berat kita keluar dari Bumi… Kita perlu mengambil semua industri berat, semua industri yang menghasilkan polusi, dan memindahkannya ke luar angkasa. Dan menjaga Bumi tetap menjadi planet permata yang indah seperti sekarang ini," ucap Bezos dalam wawancara bersama MSNBC pada Juli 2021.
Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman memperkirakan keterlibatan angkatan kerja muda di sektor luar angkasa bakal terwujud pertengahan dekade berikutnya. Hal itu disampaikannya dalam wawancara bersama jurnalis video Cleo Abram.
"Di tahun 2035, mahasiswa yang lulus kuliah — jika mereka masih kuliah — bisa saja pergi menjalankan misi menjelajahi tata surya dengan pesawat luar angkasa dalam pekerjaan yang sepenuhnya baru, menarik, bergaji sangat tinggi, dan sangat menarik," kata Altman.