Gempa M61 Guncang Nias Selatan BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Share

Wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara diguncang gempa bumi bermagnitudo 6,1 pada Selasa (18/8/2026) pukul 13.02 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan yang berpusat di laut ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Pusat gempa terletak pada koordinat 0,65 derajat Lintang Selatan dan 98,32 derajat Bujur Timur, atau berjarak sekitar 147 kilometer arah tenggara Nias Selatan dengan kedalaman 29 kilometer. Walau dipastikan tanpa ancaman tsunami, masyarakat diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Pihak BMKG menyampaikan bahwa data dampak berbasis kecamatan dari hasil observasi akselerometer belum tersedia pada tahap awal. Oleh karena itu, laporan tingkat kerusakan maupun skala intensitas guncangan di daerah terdampak masih menunggu pembaruan data lapangan.

Peristiwa di Sumatera Utara ini terjadi di tengah konsentrasi penanganan aktivitas kegempaan di wilayah timur Indonesia. Sebelumnya, gempa utama bermagnitudo 7,7 melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) dan sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya diakhiri.

Hingga Senin (17/8/2026) pukul 11.00 WIB, aktivitas gempa susulan di wilayah Flores tercatat telah mencapai 1.624 kali. Sebanyak 23 kejadian di antaranya memiliki kekuatan di atas M5,0, sementara 59 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. BMKG memperkirakan frekuensi gempa susulan di NTT akan meluruh secara bertahap dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan.

Dalam menangani dampak gempa di Nusa Tenggara Timur, BMKG telah menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pemantauan ketat serta asesmen teknis di lokasi bencana.

"Tim dari pusat dan UPT BMKG itu melakukan survei gempa bumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW, untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.

Pelaksanaan survei tersebut diprioritaskan pada wilayah yang mengalami kerusakan tingkat sedang hingga berat, seperti Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka. Hasil pemetaan dan pengukuran karakteristik tanah ini nantinya difungsikan sebagai dasar rekomendasi penataan ruang serta penguatan struktur bangunan agar lebih tahan terhadap risiko bencana gempa.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BMKG gempa bumi nias selatan
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author