BNPB Catat 40 Ribu Orang Mengungsi Akibat Gempa di NTT

Share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 40.040 jiwa mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi, dengan pusat gempa di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Jumlah pengungsi terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 15.465 jiwa, termasuk 966 orang di posko BPBD dan sekitar 14 ribu mengungsi mandiri. Di wilayah ini dilaporkan 25 orang meninggal dunia, 442 luka berat, dan 513 luka ringan.

Sementara itu, di Kabupaten Manggarai terdapat 6.487 pengungsi dengan korban 27 tewas, 31 luka berat, dan 88 luka ringan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, "Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga."

Berdasarkan data BNPB, total rumah yang rusak mencapai 11.925 unit, terdiri dari 5.516 rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan. Kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.

Bantuan dari Presiden sudah didistribusikan ke wilayah terdampak dalam bentuk beras, sembako, air minum, obat-obatan, matras, selimut, kasur, tenda, bahan bakar minyak, dan genset. Dukungan logistik dikirim ke lima kecamatan di Kabupaten Sikka, serta pembangunan dua unit rumah sakit lapangan untuk pelayanan kesehatan.

Dalam bidang infrastruktur, BPJN NTT telah menangani 32 dari 33 titik longsor, dan memperbaiki empat titik patahan jalan serta empat jembatan yang kini sudah berfungsi. Perbaikan melibatkan tujuh ekskavator dan empat loader di lokasi rawan. Ruas Wolowaru-Maumere dan Jembatan Wae Pesi juga sudah pulih.

Di sektor kelistrikan, pemulihan telah mencapai 99,9% untuk Flores bagian timur dan barat dengan seluruh gardu induk serta penulang beroperasi penuh. Sebanyak 566.525 pelanggan sudah kembali menikmati listrik, dengan 272 pelanggan masih dalam pemulihan.

Untuk Pulau Palue, satu penyulang dan lima dari enam gardu distribusi telah menyala kembali, dengan 1.625 dari 1.921 pelanggan (84,59%) memperoleh layanan listrik kembali.

Gempa ini juga memicu tsunami di sepuluh titik di NTT hingga Sulawesi Selatan, diikuti ratusan gempa susulan, dilansir dari Detikcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bnpb gempa bumi pengungsi
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author