Pemerintah Alokasikan Subsidi Energi 2027 Mencapai Rp272,9 Triliun

Share

Pemerintah merencanakan alokasi anggaran subsidi energi sebesar Rp272,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 pada Selasa, 18 Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan proyeksi tahun 2026 yang sebesar Rp227,25 triliun.

Peningkatan anggaran tersebut mencakup alokasi untuk bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp28,7 triliun, LPG 3 kg sebesar Rp114,1 triliun, dan subsidi listrik sebesar Rp130,1 triliun. Kenaikan beban fiskal ini dipicu oleh lonjakan konsumsi energi bersubsidi domestik serta tingginya harga energi global.

Laporan Center of Food, Energy, and Sustainable Development (CFESD) Indef mencatat realisasi subsidi dan kompensasi energi pada semester I 2026 telah menyerap Rp233 triliun atau 52,1 persen dari pagu APBN 2026. Lonjakan tersebut mencapai 44,4 persen secara tahunan, seiring peningkatan volume penyaluran Pertalite hingga 7,8 persen menjadi 7.989,5 ribu kiloliter.

Pergeseran pola konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke Pertalite kian terlihat setelah kenaikan harga Pertamax pada Juni 2026. Pangsa pasar Pertalite melonjak menjadi 80,3 persen pada Juli 2026, sedangkan pangsa Pertamax merosot hingga 18,8 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author