Dokter di NTT Operasi Caesar Pasien Saat Gempa Magnitudo 7 Komma 7
Tim dokter di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, berhasil melangsungkan operasi caesar darurat terhadap seorang pasien di tengah guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Bencana alam tersebut memaksa puluhan ribu warga mengungsi akibat kerusakan pemukiman. Pasien bernama Maria Florida Nogo Kelen harus menjalani persalinan prematur dua bulan lebih awal dari perkiraan karena mengalami komplikasi kehamilan yang mengancam nyawa, sebagaimana dilansir dari HaiBunda.
Proses pembedahan dilakukan di dalam bangunan rumah sakit dengan fasilitas terbatas akibat pemadaman listrik total. Petugas medis terpaksa mengandalkan cahaya dari lampu senter untuk menyelamatkan Maria yang berisiko mengalami kejang fatal.
Ibu empat anak tersebut mengaku berupaya mengabaikan rasa takut selama prosedur berlangsung demi keselamatan sang buah hati.
"Selama operasi, saya tidak merasa takut. Saya harus tetap sehat demi anak-anak saya," ujar Maria.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang memimpin penanganan medis, dr. Yona Sara Pardede, menjelaskan bahwa tindakan pembedahan darurat harus segera diambil demi mencegah komplikasi lanjutan.
"Kami tidak punya pilihan. Sebagai manusia biasa, kami tentu takut. Operasi ini sangat sulit karena ukuran bayinya sangat kecil," kata Yona.
Keterbatasan sarana medis di lokasi penanganan juga menjadi kendala tersendiri bagi para tenaga medis saat menjalankan prosedur persalinan tersebut.
"Saya berdoa, 'Tuhan, tolong bantu kami'. Kami bahkan tidak memiliki fasilitas ventilator saat itu," kata Yona.
Proses persalinan darurat tersebut akhirnya berjalan lancar hingga sang bayi lahir selamat. Bayi perempuan itu diberi nama Gempita sebagai penanda peristiwa bencana alam yang mengiringi kelahirannya. Pascaoperasi, Maria dan bayinya melanjutkan perawatan kesehatan di dalam tenda pengungsian.