Saskara Rilis Koleksi Mukena Bungo Ameh Berunsur Budaya Minang
Brand lokal Saskara meluncurkan perlengkapan ibadah Koleksi Nusantara bertajuk Bungo Ameh pada Selasa (18/8) dalam rangka merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia. Peluncuran ini menghadirkan rancangan yang memadukan nilai kebudayaan serta keindahan tradisi Minangkabau, Sumatera Barat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Nama Bungo Ameh diambil dari bahasa Minang yang bermakna Bunga Emas. Koleksi ini merepresentasikan keindahan, kemuliaan, serta nilai-nilai luhur yang terdapat dalam kebudayaan masyarakat Sumatera Barat.
Konseptor sekaligus desainer Saskara, Andya Kartika, menjelaskan inspirasi utama dibalik pembuatan ornamen rancangan pada koleksi terbaru tersebut.
"Bungo Ameh terinspirasi dari kemegahan Mahkota Suntiang dan keindahan motif kain Songket khas Sumatera Barat. Susunan ornamen bunga yang berkilau pada mahkota suntiang serta motif songket yang sarat makna kami padukan untuk menghadirkan koleksi yang tidak hanya indah, tetapi juga kaya nilai budaya," ujar Andya.
Rangkaian ornamen mahkota suntiang dan motif tenun songket diaplikasikan ke dalam sarana ibadah umat Islam. Perancangan ini didasarkan pada falsafah kebudayaan adat Minangkabau, yaitu 'Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah'.
"Falsafah ini mencerminkan keharmonisan antara budaya dan ajaran Islam, sejalan dengan tujuan Koleksi Nusantara sekaligus dedikasi SASKARA menghadirkan perlengkapan ibadah yang pantas untuk menghadap kepada Sang Maha Kuasa," lanjut Andya.
Brand Saskara secara konsisten memproduksi ragam seni busana bernuansa kebudayaan daerah sejak awal berdiri pada 2018. Rangkaian Koleksi Nusantara diproyeksikan sebagai langkah mengenalkan warisan budaya Indonesia ke tingkat lokal maupun pasar internasional.