Pemerintah Salurkan Bansos Agustus 2026 Berdasarkan Data DTSEN
Pemerintah menyalurkan program bantuan sosial pada Agustus 2026 dengan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penetapan penerima bantuan. Penyaluran ini ditujukan untuk membantu masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi rendah.
Penerima bantuan berasal dari keluarga yang masuk dalam desil 1 sampai 4, yang merupakan 40 persen terbawah berdasarkan tingkat kesejahteraan. Namun, desil bukan satu-satunya faktor penentu pencairan bansos karena tiap program memiliki ketentuan dan kuota masing-masing.
Status desil bersifat dinamis dan dapat berubah setelah pemutakhiran data yang mempertimbangkan kondisi ekonomi, jumlah anggota keluarga, domisili, dan hasil verifikasi. Dalam pembaruan DTSEN versi 3 tahun 2026 yang dirilis pada 10 Juli, sebanyak 14.123.295 keluarga mengalami perubahan desil.
DTSEN versi 3 memuat 290.125.073 data individu dan 95.980.577 data keluarga, yang menjadi rujukan dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial dan bantuan pangan.
Salah satu program bansos yang disalurkan pada Agustus 2026 adalah bantuan pangan beras tahap kedua untuk alokasi Juli sampai September 2026. Bantuan ini diberikan kepada sekitar 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alokasi 10 kilogram beras per bulan, total sekitar 997,2 ribu ton beras.
Penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua direncanakan dilakukan sekaligus mulai Agustus 2026 menggunakan data DTSEN versi 3.
Masyarakat dapat memeriksa status penerima bansos melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial dengan memasukkan NIK dan data keluarga.
Jika data tidak sesuai kondisi sebenarnya, pemutakhiran data dapat dilakukan melalui jalur formal di pemerintah daerah atau jalur partisipasi melalui aplikasi Cek Bansos.
Jalur formal melibatkan RT/RW dan pemerintah desa atau kelurahan dengan proses verifikasi dan validasi data sebelum diperbarui secara nasional.
Jalur partisipasi memungkinkan masyarakat mengajukan usulan atau sanggahan melalui fitur Usul-Sanggah di aplikasi Cek Bansos untuk memperbaiki kualitas data penerima bantuan.