BPJN Aceh Percepat Pembangunan Box Culvert di Ruas Beutong-Celala

Share

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mempercepat pembangunan tiga saluran air beton berbentuk box culvert di Ruas Beutong-Celala, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, yang ditargetkan rampung Oktober 2026. Pembangunan ini bertujuan melindungi akses masyarakat dari ancaman erosi, banjir, dan longsor.

Ruas Beutong-Celala pernah terputus akibat bencana hidrometeorologi sehingga wilayah sekitar terisolasi dari Nagan Raya dan Takengon. Box culvert dibangun sebagai penanganan permanen untuk mengendalikan aliran air saat hujan deras agar tidak merusak lereng dan badan jalan, dilansir dari Detikcom.

Project Manager Penanganan Bencana Alam Ruas Genting Gerbang – Jeuram, Feri Ejin, menjelaskan box culvert dibangun dengan dimensi 3×6 meter, lebih besar dari struktur sebelumnya untuk menampung dan mengalirkan air dengan aman saat debit meningkat.

"Dimensinya diperbesar dibandingkan sebelumnya. Dengan ukuran 3×6 meter, kami berharap aliran air saat hujan deras dapat tertampung dan terbuang dengan lebih baik sehingga kejadian seperti tahun lalu tidak terulang," ujar Feri.

Pembangunan berlangsung di tiga titik, menghadapi tantangan distribusi material yang harus menempuh jarak hampir 50 kilometer melalui medan menanjak dan terjal. Kapasitas angkut truk dibatasi sekitar tujuh meter kubik dengan frekuensi satu perjalanan per hari.

"Tantangannya adalah memastikan material sampai dan selalu tersedia di lokasi. Medannya cukup ekstrem sehingga kapasitas truk terbatas, sedangkan semen dan material lainnya harus terus dipasok agar pekerjaan tidak terhenti," kata Feri.

BPJN Aceh mengerahkan 9 ekskavator, 10 dump truck, 1 tandem roller, 1 dozer, dan peralatan pendukung lain. Jumlah tenaga kerja dan jam operasional juga disesuaikan, dengan perpanjangan kerja saat cuaca cerah untuk mengejar target.

Kepala Urusan Tata Usaha Pejabat Pembuat Komitmen 2.7 Aceh, Fachrun Rizaldi, menyatakan percepatan dilakukan karena ruas ini merupakan akses penting yang sempat terisolasi.

"Kami melakukan percepatan karena daerah ini sempat terisolasi. Dari arah Nagan Raya tidak bisa masuk, demikian pula dari arah Takengon," ujar Fachrun.

Setelah selesai, box culvert diharapkan membuat jalur lebih tahan terhadap peningkatan debit air sekaligus menjaga pergerakan orang, barang, dan aktivitas ekonomi warga.

Imran, perwakilan Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dari Kementerian Dalam Negeri, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur harus membuat masyarakat merasa aman menghadapi musim hujan.

"Ketika curah hujan dan debit air meningkat, masyarakat harus tetap merasa nyaman dan terlindungi," ujar Imran.

Satgas PRR juga mendorong koordinasi antara BPJN Aceh, pemerintah daerah, pelaksana pekerjaan, dan unsur terkait untuk mengatasi hambatan distribusi material dan cuaca.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: banjir erosi infrastruktur
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author