Dokter Ingatkan Risiko Bahaya Lomba Gigit Koin Semangka 17 Agustus

Share

Tradisi lomba gigit koin pada buah semangka kerap meramaikan perayaan HUT RI setiap tanggal 17 Agustus. Namun, seperti dilansir dari Detik Health, pakar kesehatan mengingatkan adanya ancaman keamanan pangan dari aktivitas tersebut.

Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa penggunaan satu buah semangka secara bergantian oleh banyak peserta berisiko memicu kontaminasi silang.

Risiko ini muncul akibat perpindahan air liur dari mulut peserta ke permukaan buah saat berlomba.

Rongga mulut manusia bukanlah area yang steril karena dihuni oleh miliaran mikroorganisme. Berbagai studi menunjukkan air liur dapat menampung hingga 68 kelompok bakteri inti dari ribuan jenis mikroba oral.

"Bayangkan, satu buah digigit bergantian oleh banyak orang. Walaupun cuma sebentar, tapi ada risiko kontaminasi silang dari air liur," ujar dr Yaze.

Penularan mikroba tidak hanya terjadi pada permukaan koin, tetapi juga meresap ke bagian daging buah yang tergigit.

"Karena yang kena air liur bukan cuma koin, tapi juga buahnya," jelasnya.

Oleh sebab itu, tindakan mencuci atau merebus koin seusai perlombaan tidak otomatis menghilangkan bahaya kontaminasi yang sudah terlanjur menempel pada daging semangka.

Ancaman kesehatan semakin meningkat apabila panitia melumuri semangka menggunakan oli atau gemuk (grease) agar kompetisi menjadi lebih sulit.

Gemuk merupakan zat pelumas mesin semi-padat yang mengandung berbagai senyawa kimia berbahaya dan sama sekali bukan dirancang untuk kontak dengan bahan makanan.

Saat peserta berusaha mencabut koin dengan gigi, zat pelumas tersebut rawan menempel di area bibir, mulut, hingga tertelan masuk ke dalam saluran pencernaan.

Kondisi tertelannya zat kimia non-pangan ini berpotensi memicu gangguan pencernaan hingga masalah medis yang lebih serius.

"Kalau buahnya kena oli atau bahan yang bukan untuk makanan, setelah lomba sebaiknya jangan dimakan lagi walaupun udah dicuci," kata dr Yaze.

Proses pencucian dengan air biasa tidak menjamin seluruh sisa zat kimia maupun kuman patogen yang menempel pada buah benar-benar hilang secara sempurna.

Meski efektif sebagai sarana hiburan masyarakat, buah semangka yang telah dipakai dalam perlombaan gigit koin sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi kembali.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author