Meta Merombak Struktur Organisasi demi Kembangkan Kecerdasan Buatan

Share

Raksasa teknologi Meta melakukan perombakan struktur organisasi besar-besaran dengan memindahkan sekitar 7.000 karyawan ke fokus kecerdasan buatan (AI) serta merumahkan 8.000 pekerja pada pekan ini yang dimulai sejak Senin.

Langkah strategis ini diambil untuk mengonsolidasikan tim ke dalam empat organisasi baru demi memprioritaskan pengembangan AI di tengah persaingan global.

Dilansir dari laporan mediaindonesia.com, perusahaan juga membiarkan sekitar 6.000 posisi kosong tidak terisi setelah sebelumnya sempat memangkas ratusan staf pada Maret lalu.

Kebijakan ini diambil di tengah peningkatan proyeksi belanja modal tahun 2026 menjadi US$125 miliar hingga US$145 miliar untuk pengadaan komponen teknologi mahal dan pembangunan pusat data.

Meskipun terjadi pengurangan staf, pendapatan kuartal pertama Meta tercatat tetap tumbuh 18% year-over-year menjadi $43 miIar seperti dilaporkan oleh heygotrade.com.

Sistem AI internal Meta kini dilaporkan semakin canggih dalam menangani moderasi konten, membantu tugas rekayasa kode fungsional, hingga mengotomatisasi layanan dukungan pelanggan melalui chatbot Llama.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa pengurangan tenaga kerja global yang mencapai 3% ini merupakan bagian dari reimajinasi mendalam terhadap cara perusahaan beroperasi di era AI.

Pemberitahuan resmi mengenai pemangkasan hubungan kerja ini dikirimkan kepada para karyawan yang terdampak melalui email pada Rabu pagi waktu setempat.

"Ini bukan pertukaran yang mudah dan berarti melepaskan orang-orang yang telah memberikan kontribusi berarti bagi Meta," tulis Head of People Meta, Janelle Gale, dalam memo internal.

Hingga akhir Maret 2026, jumlah pekerja Meta tercatat berada di angka 77.986 orang, mengalami penurunan dari masa puncaknya pada 2022 yang mencapai 86.482 karyawan.

Di lantai bursa, saham Meta sempat melemah hampir 9% sepanjang tahun ini, namun sejumlah analis dari The Motley Fool memproyeksikan saham META berpotensi menyentuh level $1.000 per lembar dalam beberapa tahun ke depan jika monetisasi AI berhasil mempertahankan pertumbuhan dua digit.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author