DPR Minta Kemenkes Jemput Bola Korban Gempa NTT
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta Kementerian Kesehatan bergerak aktif mendatangi korban dan pengungsi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada Selasa (18/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Langkah penanganan kesehatan secara langsung dengan dokter keliling dinilai sangat krusial bagi para korban selamat yang mengalami keterbatasan fisik untuk menjangkau posko medis setempat. "Kementerian Kesehatan harus jemput pasien (datangi) pasien yang tidak sanggup ke pos kesehatan dengan dokter kelilingnya, agar pasien tidak perlu susah menuju ke pos kesehatan dengan tandu dan lain-lain," ujar Irma kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Selain menyiagakan tenaga medis operasional, ketersediaan logistik obat-obatan juga menjadi perhatian utama mengingat kondisi kesehatan para pengungsi di lokasi bencana rentan memburuk.
"Obat-obatan khusus seperti untuk ISPA dan vitamin daya tahan tubuh juga sangat dibutuhkan oleh para pengungsi selain jamban dan air bersih tentunya," katanya. Irma menekankan pentingnya peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam mengoordinasikan seluruh proses penanganan bencana dan menjadikan penanganan pascabencana di Aceh sebagai bahan evaluasi.
"Kalau tidak salah kan sudah ada Badan Penanggulangan Bencana, harusnya kasus Aceh bisa jadi pelajaran, jangan sampai ada lagi pembuatan sumur bor Rp 150 juta. Kita sebagai wakil rakyat akan mengawal semua kebutuhan anggaran yang digelontorkan untuk kepentingan merevitalisasi dan bantuan pada para pengungsi," tuturnya. Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (16/8) tersebut mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat dampak kerusakan fisik melanda ribuan pemukiman warga serta fasilitas publik hingga Senin (17/8). "Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah," kata Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani dalam laporannya yang diterima di Kupang, seperti dilansir Antara, Selasa (18/8). Mahadin menyampaikan data sementara mencatat 744 unit fasilitas umum dan infrastruktur mengalami kerusakan akibat guncangan gempa, di mana jumlah tersebut masih berpotensi berubah seiring proses verifikasi lapangan yang terus berjalan.