Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Nias Selatan Dirasakan Sampai Padang
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Selasa (18/8/2026) pukul 13.02 WIB. Guncangan berpusat di laut pada kedalaman 29 kilometer tersebut terasa kuat hingga ke Kota Padang dan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat koordinat episenter gempa terletak pada 0,65 Lintang Selatan dan 98,32 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 147 kilometer tenggara Nias Selatan. BMKG memastikan gempa tektonik ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Getaran yang dirasakan warga Padang berlangsung sekitar 10 detik dan membuat sejumlah barang di dalam rumah bergetar. Guncangan kuat ini membuat sebagian masyarakat berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
Seorang pedagang di kawasan GOR Haji Agus Salim Padang merasakan guncangan yang cukup kuat saat peristiwa terjadi.
"Lumayan kuat gempanya. Tapi saya tidak sampai lari keluar warung," kata Lisa Marliani (45), seorang pedagang di sekitaran GOR Haji Agus Salim Padang.
Rasa kaget juga dialami warga Padang lainnya yang berada di kawasan Tan Malaka saat merasakan hentakan gempa.
"Cukup kuat terasa. Bergoyang dan menghentak," sebut Rina yang tinggal di kawasan Tan Malaka Padang.
Guncangan kuat yang dirasakan di ibu kota Sumatera Barat tersebut sempat menimbulkan kecemasan di kalangan warga setempat.
"Padahal jaraknya lumayan jauh, tapi cukup terasa kuat," ujar Muhamad Iqbal, salah seorang warga Padang Timur.
Kepanikan juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, khususnya di Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat. Para pegawai dan warga yang berada di kantor desa berhamburan keluar gedung.
"Kita baru saja merasakan gempa, terasa sekali di pusat desa," kata Kepala Desa Sigapokna, Elius.
Elius mengimbau masyarakat di wilayahnya agar tidak panik serta tetap mengantisipasi kemungkinan timbulnya getaran susulan.
"Kita sampaikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Kita tunggu beberapa menit mendatang apakah ada (gempa) susulan atau tidak," katanya.
Hingga saat ini, BMKG maupun pemerintah daerah setempat belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa gempa bumi tersebut.