Anggota Senator AS Kritik Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Share

Anggota Senator Amerika Serikat melayangkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump terkait pemburukan kondisi yang dihadapi para pelaut dan Marinir di kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal perang tersebut telah bertugas melampaui 250 hari di laut, seperti dilansir dari Detikcom.

Senator dari Partai Demokrat, Ruben Gallego, menilai situasi yang menimpa para prajurit tersebut mencerminkan kegagalan kepemimpinan di tingkat atas. Veteran Korps Marinir ini menyebut buruknya manajemen pemerintahan berakibat pada krisis pasokan dasar dan kesehatan mental awak kapal.

"Presiden telah menunjukkan bahwa dia benar-benar tidak peduli dengan pasukan," kata Senator Ruben Gallego.

Kritik tersebut disampaikan Gallego dalam acara wawancara televisi. Ia menilai penanganan militer saat ini tidak menempatkan kesejahteraan prajurit sebagai prioritas utama.

"Dia lebih menganggap mereka sebagai mainan dan sebagai cara untuk pamer atau menunjukkan kekuatannya," cetus Senator Ruben Gallego.

Gallego menekankan bahwa jajaran pimpinan tertinggi pertahanan perlu bertanggung jawab atas penanganan kondisi di lapangan.

"Lihatlah bagaimana kepemimpinan ini memperlakukan mereka, dan itu sekali lagi… kurangnya kepemimpinan yang sesungguhnya dari menteri pertahanan serta presiden," imbuh Senator Ruben Gallego.

Kapal USS Abraham Lincoln awalnya bertolak dari San Diego pada 21 November 2025 menuju Laut China Selatan sebelum dialihkan ke Middle East. Setelah bertugas sembilan bulan tanpa kepastian jadwal pulang, muncul berbagai laporan mengenai fasilitas berjamur, pembatasan porsi makanan, krisis kesehatan mental, hingga insiden percobaan bunuh diri di antara 5.000 personelnya.

Masalah penugasan yang sangat panjang ini memicu gelombang protes dari keluarga prajurit dalam dua pertemuan bersama jimpinan Angkatan Laut. Sementara itu, Senator Richard Blumenthal resmi mengirimkan surat pertanyaan tertulis kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Rabu (12/8) untuk menuntut penjelasan atas berbagai temuan penanganan keselamatan dek, kontaminasi air, dan krisis pasokan di atas kapal induk tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author