Kapolri Tinjau Pengungsian Gempa M 7,7 di Manggarai NTT
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi meninjau langsung lokasi penanganan bencana gempa bumi magnitudo 7,7 dan posko pengungsian di Kabupaten Manggarai serta Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (18/8/2026).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memantau langsung kondisi warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan pascabencana, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Berdasarkan data penanganan, bencana alam gempa bumi yang melanda kawasan tersebut pada Sabtu (15/8/2026) mencatatkan total 1.245 korban, dengan rincian 67 orang meninggal dunia, 509 orang luka berat, dan 669 orang luka ringan. Sebanyak 27.700 warga kini mengungsi di 107 titik yang tersebar di tujuh kabupaten.
"Saya bersama Ketua Komisi IV DPR RI melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana dan pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri turut menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas musibah gempa bumi magnitudo 7,7 yang menimpa masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur tersebut.
"Dalam mendukung percepatan penanganan bencana, Polri telah membentuk 8 Posko Tanggap Bencana, terdiri dari 1 posko di Labuan Bajo serta 7 posko pada Polres terdampak," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Posko tanggap bencana tersebut dioperasikan sebagai pusat kendali serta koordinasi penanganan darurat, mempercepat evakuasi warga, pelayanan kesehatan, pendataan kerusakan, hingga pengamanan wilayah. Untuk menopang kebutuhan warga, Polri menyalurkan bantuan logistik total 247,66 ton yang bersumber dari Mabes Polri sebanyak 19,59 ton dan lima Polda jajaran sebanyak 228,07 ton.
"Untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak, Polri telah mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan, terdiri dari 19,59 ton dari Mabes Polri dan 228,07 ton dari 5 Polda jajaran," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Guna memperkuat pencarian dan penanganan di lapangan, sebanyak 236 personel BKO juga dikerahkan ke Polda NTT untuk mendukung misi pencarian dan pertolongan (SAR), layanan medis darurat, identifikasi korban, serta pelacakan menggunakan unit K9.