Balai Besar Bromo Tengger Semeru Hitung Kerugian Karhutla Gunung Bromo

Share

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tengah menghitung nilai kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Bromo dalam beberapa waktu terakhir, dilansir dari Detik Travel.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan bahwa penghitungan kerugian mencakup berbagai aspek lingkungan dan ekonomi di kawasan wisata tersebut.

"Saat ini staf kami sedang menghitung karena komponennya banyak, ada kerugian lingkungan sampai dengan ekonomi," ujar Rudijanta melalui video pernyataan yang diterima secara daring di Malang, Senin.

Proses penghitungan baru dimulai setelah pemadaman api selesai karena pemadaman menjadi prioritas utama bersama tim gabungan. Selain itu, identifikasi area terdampak juga dilakukan sebelum merinci nilai kerugian.

"Tentunya tidak mudah untuk menghitung, kami akan hitung dan menyampaikannya," tambahnya.

Rudijanta juga menjelaskan bahwa biaya pemadaman api belum dapat dipastikan karena melibatkan beberapa pihak seperti TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Karena tidak kami sendiri, tetapi ada TNI, Polri, sampai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Oleh karena itu, semua (laporan) belum disatukan sehingga besarannya belum diketahui," jelas Rudijanta.

Balai Besar TNBTS masih menutup total pintu akses wisata ke Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8) hingga saat ini untuk menjaga keamanan dan proses pemulihan.

Pihak TNBTS membuka kesempatan bagi masyarakat yang telah membeli tiket wisata untuk mengajukan pengembalian uang atau menjadwalkan ulang kunjungan ke Bromo.

Berdasarkan data per 17 Agustus 2026, sebanyak 3.125 wisatawan nusantara telah mengajukan pengembalian uang tiket, sementara wisatawan mancanegara yang mengajukan pengembalian berjumlah 320 orang.

Selain itu, terdapat 82 wisatawan nusantara yang memilih menjadwalkan ulang kunjungan mereka. Namun, tidak ada wisatawan mancanegara yang mengajukan penjadwalan ulang hingga saat ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author