Masyarakat Sumbar Kirim Bantuan 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT

Share

Masyarakat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengirimkan bantuan sebanyak 5 ton rendang secara bertahap untuk membantu korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026).

Pengiriman perdana logistik makanan siap saji ini dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Sebanyak 700 kilogram rendang dari inisiasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Gebu Minang, serta 1 ton rendang dari Pemprov Sumbar diterbangkan menggunakan pesawat Hercules A-1333 TNI AU dari Lanud Sutan Sjahrir dan Bandara Internasional Minangkabau.

Penggalangan bantuan melibatkan berbagai unsur seperti Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi), hingga Gebu Minang Peduli. Pemilihan rendang didasari pertimbangan kepraktisan, ketahanan hingga tiga bulan, serta kandungan gizi yang memadai di wilayah bencana saat akses listrik dan air belum pulih.

Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini lahir dari pengalaman masyarakat Sumatera Barat yang juga pernah dibantu seluruh masyarakat Indonesia saat diguncang gempa besar bermagnitudo 7,6 pada 30 September 2009 yang menewaskan 1.117 orang.

"Saat gempa 2009, Sumbar dibantu seluruh masyarakat Indonesia. Hari ini saudara kita merasakan hal yang sama," kata Fauzi Bahar, Ketua LKAAM Sumbar.

Untuk mempercepat pengumpulan bantuan yang ditargetkan rampung dalam 10 hari ke depan, warga di Kabupaten Agam juga sedang memasak rendang tambahan. Pengiriman rendang sebagai bantuan bencana sebelumnya juga pernah dilakukan Sumbar ke Cianjur sebanyak 3 ton pada 2022 dan ke Poso pada 2025.

"Rendang gampang disajikan. Bisa dipanaskan dan tahan sampai tiga bulan," ujar Fauzi Bahar, Ketua LKAAM Sumbar.

Ia menambahkan bahwa kondisi darurat di lokasi musibah membutuhkan pasokan logistik yang dapat langsung dikonsumsi warga.

"Saudara kita di NTT pasti menunggu. Air dan listrik belum mengalir, rumah runtuh dan belum bisa memasak," kata Fauzi Bahar, Ketua LKAAM Sumbar.

Fauzi menegaskan kepastian kesiapan bantuan makanan yang disalurkan tersebut.

"Rendang ini sudah dimasak dan siap dimakan," lanjut Fauzi Bahar, Ketua LKAAM Sumbar.

Ia turut menekankan empati mendalam yang menjadi landasan utama gerakan ini.

"Ini bentuk kebahagiaan dan solidaritas karena kami pernah merasakan bahagianya dibantu saat bencana," tutur Fauzi Bahar, Ketua LKAAM Sumbar.

Pengiriman bertahap direncanakan terus berlanjut hingga memenuhi total target yang ditetapkan.

"Target kami sebanyak 5 ton rendang, dan akan kami kirim secara bertahap. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT," ujar Fauzi Bahar, Ketua LKAAM Sumbar.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran yang juga menjabat Ketua DPW Gebu Minang Sumbar menginstruksikan pemanfaatan fasilitas Sentra Rendang Kota Padang guna memproduksi rendang secara masal. Ia mengingatkan pentingnya saling membantu mengingat Padang juga pernah dilanda bencana hidrometeorologi pada 2025.

"Kami juga mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk bersama-sama mendukung gerakan kemanusiaan ini. Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025, banyak pihak yang datang membantu. Karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberi bantuan," kata Fadly Amran, Wali Kota Padang.

Apresiasi juga disampaikan atas gerak cepat seluruh pemangku adat dan elemen masyarakat dalam aksi sosial ini.

"Kita patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah," ungkap Fadly Amran, Wali Kota Padang.

Ia kembali menegaskan memori kolektif penanganan bencana di masa lalu sebagai pendorong utama aksi solidaritas.

"Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu. Karena itu, ketika saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan bantuan," tambah Fadly Amran, Wali Kota Padang.

Dari ranah pemerintahan daerah, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengonfirmasi bahwa penggalangan bantuan Pemprov Sumbar telah berjalan sejak hari pertama bencana terjadi.

"Untuk tahap pertama, bantuan rendang yang kita kirim sebanyak satu ton. Kita berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, perantau-perantau kita yang terdampak bencana di NTT," ujar Mahyeldi, Gubernur Sumatera Barat.

Komandan Lanud Sutan Sjahrir Padang Kolonel Nav Wahyu Bintoro menjelaskan bahwa mobilitas udara dari Pekanbaru menuju NTT dikerahkan agar pasokan logistik tiba tanpa hambatan.

“Rencananya pengiriman kisaran 11 siang nanti menggunakan pesawat Hercules. Pengiriman ini melalui operasi mobilitas udara dari Pekanbaru menuju NTT,” ucap Wahyu Bintoro, Komandan Lanud Sutan Sjahrir Padang.

Berdasarkan pembaruan data per Senin (17/8/2026), gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT telah menyebabkan 54 orang meninggal dunia serta merusak berbagai infrastruktur pemukiman warga.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author