Hujan Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Terparah di Belgia
Hujan deras turun membantu sekitar 500 petugas pemadam kebakaran mengendalikan kebakaran hutan terparah di kawasan perbatasan Belgia dan Jerman pada Senin (16/08), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kebakaran di kawasan lindung High Fens ini telah menghanguskan 3.000 hektar lahan sejak Jumat (14/08).
Api yang berkobar di lahan gambut dan hutan pinus tersebut sempat mendekati perbatasan serta memicu evakuasi ratusan warga di Belgia dan Jerman. Namun, perubahan cuaca dan angin membatasi pergerakan si jago merah.
Juru bicara manajemen krisis Tony Hosmans memberikan keterangan mengenai situasi terkini di lapangan.
"Angin bersahabat dan curah hujan saat ini membantu menahan penyebaran api," kata Tony Hosmans, Juru Bicara Manajemen Krisis.
Pihak berwenang terus memantau titik api secara intensif dari udara untuk memastikan keselamatan kawasan sekitar.
"Saat ini, kebakaran sudah dapat dikendalikan di mana pun intervensi memungkinkan," kata Tony Hosmans, Juru Bicara Manajemen Krisis.
Sukar dijangkaunya medan High Fens memaksa tim gabungan mengandalkan bantuan armada udara dari Swedia, Belanda, Jerman, dan Norwegia. Warga lokal beserta petani turut menyuplai air serta kebutuhan logistik bagi para petugas.
Dukungan dari masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam menyokong kelancaran operasi pemadaman di area terdampak.
"Kami menyediakan minuman dan makanan," kata Annick Dodemont, Pemilik Usaha Lokal.
Operasi bantuan darurat dari warga sipil difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar tim damkar di luar zona berbahaya.
"Kami tidak bisa ikut ke sana, jadi kami membantu semampu kami," kata Annick Dodemont, Pemilik Usaha Lokal.
Dampak asap tebal sempat meluas hingga ke Prancis timur dan memicu peringatan polusi udara. Otoritas setempat mengevakuasi sekitar 600 warga di beberapa wilayah Belgia serta 30 warga di Monschau, Jerman.
Pemerintah daerah Monschau memastikan kondisi keamanan wilayahnya tetap terkendali dari ancaman paparan api.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh pejabat setempat yang memantau pergerakan api dari sisi perbatasan Jerman.
Wakil Wali Kota Monschau Franz-Karl Boden mengatakan bahwa tidak ada ekspektasi api akan menyebar ke wilayah Jerman.
Kebakaran besar ini terjadi di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai negara Eropa sepanjang musim panas. Fenomena cuaca buruk ini dikaitkan erat dengan eskalasi krisis iklim global.
Peningkatan frekuensi bencana musim panas di kawasan utara menjadi perhatian serius lembaga internasional.
Komisioner Eropa Hadja Lahbib menyebut kebakaran ini sebagai tanda terbaru dari "gejolak iklim" yang melanda benua tersebut.
Pihaknya menyoroti perubahan pola musim kebakaran yang datang lebih awal dan meluas ke wilayah baru.
"Belum pernah sebelumnya musim kebakaran dimulai sepagi ini dalam setahun dan mencapai lintang utara yang sejauh ini," kata Hadja Lahbib, Komisioner Eropa.