Pemerintah Siapkan Insentif Motor Listrik Alva dan Gesits
Pemerintah sedang mematangkan skema insentif pembelian kendaraan listrik roda dua untuk merek buatan dalam negeri seperti Alva dan Gesits. Kebijakan ini disiapkan guna mempercepat pembentukan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa alokasi dana untuk skema insentif tersebut sudah tersedia. Berdasarkan data penjualan, insentif terbukti menaikkan volume penjualan motor listrik dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 77.078 unit pada 2024, sebelum turun ke 55.059 unit pada 2025. Program bantuan pada 2023 dan 2024 sendiri telah menyalurkan 74.073 unit bantuan secara kumulatif yang melibatkan 22 industri dan 70 model kendaraan.
Pengembangan industri perakitan kendaraan listrik juga meluas ke sektor roda empat dan komersial dengan total investasi sektor manufaktur mencapai Rp30,468 triliun. Saat ini terdapat 69 perusahaan KBLBB roda dua dan tiga dengan kapasitas produksi 2,511 juta unit per tahun dan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun.
"Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada," ujar Airlangga ketika dijumpai setelah Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, dikutip dari Antara.
Airlangga menambahkan penjelasannya mengenai merek kendaraan yang masuk ke dalam daftar penerima bantuan tersebut.
"Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," kata Airlangga.
Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menilai Indonesia telah memiliki basis manufaktur yang memadai untuk membangun industri kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Kapasitas produksi nasional mencakup 14 perusahaan kendaraan roda empat listrik berkapasitas 409.860 unit per tahun dan 10 perusahaan kendaraan komersial listrik berkapasitas 7.500 unit per tahun.
"Besarnya kapasitas produksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasi manufaktur yang sangat memadai. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan pasar tumbuh secara berkelanjutan, utilisasi kapasitas produksi meningkat, dan pada saat yang sama struktur industri semakin dalam melalui penggunaan komponen buatan dalam negeri," ujar Agus.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8). Dalam acara itu, Presiden Prabowo meninjau proses produksi, mengamati stan ekosistem, serta menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.
"MoLiNas harus kita jadikan sebagai momentum untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin kuat dari hulu sampai hilir. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi harus menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik yang memiliki daya saing global," kata Menperin di Bekasi, Kamis (13/8).
Langkah pengembangan MoLiNas dirancang selaras dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian bangsa melalui penguasaan teknologi. Pengembangan ini mengusung semangat Indonesia Incorporated melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga riset, akademisi, dan sektor keuangan.