Polda Metro Jaya Gelar Doa untuk Korban Gempa NTT di Apel Pagi
Polda Metro Jaya menggelar doa bersama dan mengenakan pita hitam sebagai bentuk dukacita korban gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Doa bersama serta penggunaan pita hitam dilakukan saat apel pagi di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya pada Selasa, 18 Agustus 2026. Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries menjelaskan bahwa gempa bermagnitudo 7 juga terjadi di Sumatera Utara dan Sulawesi, namun dampak paling parah dan korban terbanyak terjadi di Nusa Tenggara Timur.
"Mungkin banyak yang bertanya-tanya saat ini kita memakai pita hitam, ya. Bahwa tanggal 15 kemarin terjadi bencana gempa bumi di tiga wilayah, Sumatera Utara, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur. Tetapi yang lebih parah dan banyak korban jiwa-harta benda ini di Nusa Tenggara Timur," ujar Kombes Laode Aries.
Ia menegaskan pentingnya empati dan duka cita terhadap korban dan keluarga mereka di daerah bencana saat personel Polda Metro melaksanakan tugas di masyarakat. "Oleh karena itu, sebelum kita melaksanakan tugas nantinya, bahwa kita hadir di tengah-tengah masyarakat tetap berempati, tetap berduka atas saudara-saudara kita, rekan-rekan kita, adik-adik kita, anak-anak kita yang ada di daerah bencana," tambahnya.
Personel Polda Metro Jaya juga melaksanakan doa bersama untuk para korban gempa dengan harapan kondisi daerah terdampak dapat segera pulih. "Oleh karena itu, mari kita sama-sama menundukkan kepala, mendoakan keselamatan, kekuatan kepada mereka yang ditinggalkan, dan mendoakan mereka yang telah mendahului atas kejadian bencana ini, semoga amal ibadah diterima di sisi Yang Mahakuasa," kata Kombes Laode Aries.
Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di NTT mencapai 68 orang, dengan 213 orang mengalami luka-luka, sebagaimana dilaporkan oleh Detikcom.