Eddy Soeparno Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dengan Pembangunan Berkelanjutan
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027 yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto harus berjalan seiring pembangunan berkelanjutan.
Eddy menekankan pertumbuhan ekonomi harus dibangun di atas fondasi ekonomi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan, agar target tersebut dapat dicapai secara optimal.
"Target pertumbuhan ekonomi 6 persen tentu harus kita sambut dengan optimisme. Kami turut mendorong dan mengawal agar pertumbuhan tersebut dibangun di atas fondasi pembangunan berkelanjutan," ujar Eddy dalam keterangan resmi pada Selasa (18/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Eddy mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo memperhatikan aspek keberlanjutan, terutama dalam percepatan transisi energi.
"Ini adalah upaya penting yang dapat menghasilkan output ganda, yakni, ketahanan energi serta energi bersih dan berkelanjutan," kata Eddy.
Eddy menilai transisi energi harus menjadi strategi utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan energi terbarukan dapat membuka ruang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan energi fosil.
"Transisi energi adalah bagian dari strategi ekonomi. Ketika kita membangun energi surya, panas bumi, hidro, bioenergi, jaringan listrik dan ekosistem kendaraan listrik, kita bukan hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan investasi, lapangan kerja dan industri baru. Inilah yang harus kita dorong agar transisi energi menjadi motor pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Eddy menambahkan, ketahanan energi menjadi faktor penting pencapaian target tersebut karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan meningkatkan kebutuhan energi.
"Syarat mencapai target pertumbuhan ekonomi adalah ketersedian energi yang cukup. Karena itu, kita harus memperkuat ketahanan energi dengan mempercepat diversifikasi menuju sumber energi terbarukan yang kita miliki sendiri," tambahnya.
Ia berharap kebijakan APBN 2027 dapat memperkuat agenda ini melalui investasi energi terbarukan, pembangunan infrastruktur kelistrikan, pengembangan industri hijau, efisiensi energi, serta ruang inovasi dan investasi swasta.
"Indonesia memiliki modal besar untuk menjadikan transisi energi sebagai sumber pertumbuhan baru. Kita memiliki matahari, panas bumi, air, biomassa dan berbagai sumber energi terbarukan lainnya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana sumber daya tersebut kita ubah menjadi kekuatan ekonomi dan industri nasional," kata Eddy.
Eddy menegaskan semangat kemerdekaan ke-81 harus menjadi upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan energi Indonesia.
"Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang mampu menentukan masa depan ekonominya sendiri, termasuk dalam menentukan sumber energi yang menopang pertumbuhan ekonominya. Karena itu, target pertumbuhan 6 persen harus kita capai dengan ekonomi yang lebih hijau, energi yang lebih mandiri dan pembangunan yang berkelanjutan," tegasnya.