BMKG Catat 2.119 Gempa Susulan di NTT Korban Jiwa Capai 68 Orang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sebanyak 2.119 gempa susulan mengguncang Nusa Tenggara Timur hingga Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, usai gempa utama bermagnitudo 7,7 melanda wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Rangkaian gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Naik Flores tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah daerah sebelum akhirnya dinyatakan berakhir. BMKG melaporkan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan terkecil magnitudo 1,3.
"Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan 2.119," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, kepada detikcom, Selasa (18/8/2026).
Sebanyak 24 gempa susulan tercatat memiliki kekuatan di atas magnitudo 5, sementara gempa yang dirasakan oleh masyarakat terjadi sebanyak 70 kali.
"Gempa susulan yang dirasakan sebanyak 70 kali," sambungnya.
Dampak bencana ini memicu penetapan status Siaga di Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, dan Jeneponto, serta status Waspada di Bima, Dompu, dan Wajo.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah korban jiwa akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT terus bertambah hingga mencapai 68 orang. Meski demikian, seluruh laporan warga hilang telah terselesaikan.
"Ada 68 jiwa yang meninggal," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Senin (17/8/2026).
Tim Basarnas tetap disiagakan secara optimal di tujuh kabupaten terdampak untuk memantau situasi lapangan dan mengantisipasi pencarian susulan.
"Tim dari Basarnas masih siaga di tujuh kabupaten terdampak. Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak megedu laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak," kata Berton.
Selain merenggut korban jiwa, Pos Pendamping Nasional melaporkan pemulihan infrastruktur kelistrikan dan komunikasi di wilayah terdampak sudah mendekati 100 persen. Jaringan listrik yang dikelola UP3 Flores Bagian Timur dan Barat telah memulihkan 3.478 gardu distribusi untuk menyuplai 564.065 pelanggan. Jaringan telekomunikasi Telkomsel juga telah pulih di atas 90 persen di mayoritas kabupaten terdampak, kecuali Manggarai Timur yang mencapai 76,3 persen.