Siswa Sekolah Rakyat Asal Polewali Mandar Tembus Paskibraka Nasional 2026

Share

Siswa Sekolah Rakyat asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Ismi Ulfaida, sukses menjalankan tugas sebagai cadangan baki dalam tim Paskibraka penurunan bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Ismi merupakan satu-satunya perwakilan Sekolah Rakyat dari daerahnya yang berhasil menembus tingkat nasional. Kehadirannya di ibu kota disaksikan langsung oleh ibunya, Suburia, yang datang dari daerah dengan penuh rasa haru usai menyaksikan penampilan sang putri di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Orang tua Ismi mengandalkan mata pencaharian sang ayah, Rahman, yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Kendati hidup dalam keterbatasan, Ismi dikenal sebagai sosok yang sabar, penurut, serta rajin membantu pekerjaan rumah tangga.

"Langsung terharu pak, menangis mendengar anak lolos (Paskibraka)," kata Suburia, ibu Ismi.

Ibu kandung Ismi tersebut juga mengungkapkan adanya perubahan positif pada perilaku putrinya selama setahun terakhir. Ismi dinilai semakin rajin menjalankan ibadah setelah menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Selain Ismi-nya penyabar dan penurut, dia juga membantu saya di rumah menyelesaikan pekerjaan rumah," ujar Suburia.

Untuk bisa berdiri di lapangan Istana Merdeka, Ismi harus melalui tahapan seleksi ketat berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Ia berhasil lolos setelah mengalahkan 119.441 pendaftar dan terpilih menjadi salah satu dari 76 anggota Paskibraka mewakili 38 provinsi.

"Tentunya juga butuh proses panjang mulai dari tingkat seleksi kabupaten, provinsi dan akhirnya sampai tingkat pusat," kata Ismi, anggota Paskibraka Nasional 2026.

Meskipun sempat merasa gugup saat bertugas di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Ismi mengaku lega dan bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian tugas negara dengan lancar.

"Tentunya terharu karena sudah selesai menuntaskan tugas negara," ujar Ismi.

Keberhasilan Ismi sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang pendidikan di Sekolah Rakyat bukan menjadi penghalang untuk mengukir prestasi di tingkat nasional.

"Tentunya teman-teman Sekolah Rakyat jangan pernah putus asa, jangan mudah menyerah, karena semua pasti ada jalannya," kata Ismi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author