Perubahan pada Payudara Setelah Berhenti Menyusui yang Perlu Diketahui
Menyusui membawa perubahan fisik pada payudara, seperti pembesaran, perubahan warna puting, dan munculnya stretch mark. Namun, saat proses menyapih selesai, payudara kembali mengalami penyesuaian alami.
Salah satu perubahan utama adalah penghentian produksi ASI secara bertahap. Tubuh membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk menghentikan produksi ASI sepenuhnya setelah menyapih, yang biasanya disertai dengan payudara bengkak dan nyeri.
Selama masa ini, beberapa cara dapat dilakukan untuk meredakan nyeri, seperti menggunakan daun kubis dingin, memerah ASI secukupnya, mengonsumsi teh herbal tertentu, dan bila perlu, menggunakan obat pereda nyeri yang direkomendasikan oleh dokter.
Meskipun sudah berhenti menyusui, payudara mungkin masih mengeluarkan ASI dalam bentuk rembesan atau tetesan. Hal ini dikarenakan tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kadar hormon, dan dalam beberapa kasus, rembesan bisa bertahan selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah menyapih.
Ukuran payudara juga akan kembali menyesuaikan, biasanya mendekati ukuran sebelum kehamilan. Namun, karena selama kehamilan kelenjar payudara bertambah, ukuran payudara kemungkinan tetap sedikit lebih besar dari sebelumnya. Ketidaksimetrisan ukuran payudara yang terjadi selama menyusui pun umumnya akan membaik setelah jaringan payudara beradaptasi kembali.
Perubahan lain yang kerap terjadi adalah payudara tampak lebih kendur dibanding sebelum hamil. Ini lebih disebabkan oleh perubahan ukuran payudara selama kehamilan dan peregangan kulit, bukan hanya proses menyusui. Beberapa faktor seperti usia dan elastisitas kulit juga berperan dalam perubahan ini.
Untuk meminimalkan kekenduran, disarankan melakukan penyapihan secara bertahap, menurunkan berat badan perlahan setelah melahirkan, melatih otot dada, dan menggunakan bra penopang yang sesuai selama menyusui dan menyapih.
Warna puting dan areola yang menggelap saat hamil dan menyusui akan memudar kembali ke warna asal, begitu pula pembuluh darah yang menonjol dan kelenjar Montgomery di sekitar puting. Stretch mark yang muncul juga akan memudar secara bertahap, meskipun tidak sepenuhnya hilang.
Proses involusi merupakan perubahan penting setelah berhenti menyusui, yaitu kematian dan penyerapan kembali sel-sel pembuat ASI yang tidak lagi digunakan. Sel-sel ini digantikan oleh sel lemak, sehingga jaringan payudara kembali ke kondisi istirahat seperti sebelum laktasi.
Menurut konsultan laktasi, sebagian besar saluran ASI tetap ada setelah proses ini, karena jumlahnya bertambah setiap kehamilan. Proses involusi ini menandai adaptasi jaringan payudara setelah menyusui berakhir.
Informasi ini dikutip dari HaiBunda yang membahas perubahan penting pada payudara pasca menyusui untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para ibu.