IHSG Menguat 1,59 Persen Didukung Sektor Healthcare dan Emiten Terkemuka

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,59% ke level 6.401,89 pada perdagangan Jumat (14/8), didorong oleh penguatan seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia terutama sektor healthcare yang naik 3,09%, menurut laporan dari Detik Finance.

Saham-saham unggulan seperti BYAN, MPRO, dan SRAJ mencatat lonjakan signifikan masing-masing sebesar 20,00%, 17,92%, dan 15,38%. Namun, saham BREN, TPIA, dan BBCA mengalami koreksi tipis. Meskipun demikian, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp396,50 miliar di pasar reguler, dengan total net sell pasar mencapai Rp1,03 triliun.

Pemerintah menargetkan regulasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis selesai pada 17 September 2026 dan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Bursa ini diharapkan memperkuat posisi tawar emiten tambang domestik dan memperbaiki proses pembentukan harga.

Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) memasang target penjualan USD266 juta pada 2026, naik 15,65% dari realisasi 2025. Namun, pada semester I 2026, penjualan baru mencapai USD75,43 juta atau 28,36% dari target. Pendapatan IKBI tumbuh 18,11% tapi laba bruto turun 20,88% akibat beban pokok penjualan yang meningkat, dilansir dari Detik Finance.

Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) menetapkan dividen tunai interim sebesar Rp3,54 per saham untuk tahun buku 2026 dengan total Rp34,98 miliar. Dividen ini setara dengan payout ratio 81,68% dari laba bersih semester I 2026. Pendapatan jasa asuransi BPII mencapai Rp936,34 miliar, transportasi Rp346 miliar, dan manajemen investasi Rp219,23 miliar.

Saham BPII menutup perdagangan di Rp464 per saham, naik 4,98%, memberikan dividend yield sekitar 0,76%. Cum date dividen ditetapkan 26 Agustus 2026 dengan pembayaran pada 11 September 2026.

Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berencana mengambil alih 100% saham 14 perusahaan pemilik aset properti rumah sakit dari anak perusahaan First Real Estate Investment Trust (First REIT) dengan nilai transaksi sekitar Rp6,91 triliun atau 67,57% dari total ekuitas SILO per 31 Maret 2026.

Nilai kesepakatan aset mencapai Rp9 triliun, namun setelah penyesuaian menjadi minus Rp2,09 triliun. Transaksi akan dilakukan dalam dua tahap melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dan Perjanjian Opsi Put, yang telah ditandatangani pada 1 April 2026. Pendanaan berasal dari pinjaman perbankan yang diperkirakan menambah utang jangka panjang sekitar Rp8,88 triliun dan total liabilitas Rp8,62 triliun.

Kondisi kas dan setara kas diproyeksikan turun sekitar Rp12,39 juta menjadi Rp1,19 triliun, menurut data proforma per 31 Maret 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: dividen ihsg saham
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author