Kebakaran Hebat Melanda Dua Pabrik di Bekasi dan Purwakarta
Kebakaran hebat melanda dua lokasi industri terpisah di Jawa Barat, yakni pabrik alat tulis kantor di Bekasi Utara dan pabrik pengemasan plastik di Purwakarta, pada Senin (17/8/2026) sore hingga malam.
Di Bekasi Utara, dua gudang alat tulis kantor (ATK) di Kampung Kaliabang Bungur terbakar sekitar pukul 16.12 WIB. Sebanyak 12 unit mobil pemadam, dua unit rescue, serta bantuan dari Summarecon dan BPBD diterjunkan dengan total 80 personel untuk memadamkan api yang membakar lahan seluas 1.000 meter persegi.
Komandan Kompi B Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Haryanto, memberikan keterangan mengenai situasi penanganan di lokasi kebakaran.
"Masih pendinginan," ujar Haryanto.
Haryanto menjelaskan bahwa pasokan armada dan personel dikerahkan secara bertahap ke lokasi kejadian.
"Kami kerahkan untuk pemadaman ada 12, rescue dua, dan tadi ada bantuan dari Summarecon serta rekan-rekan BPBD. Dengan jumlah personel sekitar 80 orang," kata Haryanto.
Ia menambahkan bahwa seluruh unit dari berbagai sektor langsung diterjunkan saat kobaran api membesar.
"Langsung kita turunkan semua sektor. Ada yang mengirim satu unit, ada yang dua unit," katanya.
Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh bangunan gudang satu lantai yang dalam kondisi kosong karena libur.
"Kedua gudangnya terbakar habis. Kurang lebih lahan yang terbakar ada 1.000 meter persegi," jelas Haryanto.
Haryanto memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden di Bekasi Utara tersebut.
"Nggak ada (korban jiwa)," sambungnya.
Ia juga bersyukur tidak ada korban jiwa yang ditemukan selama proses evakuasi.
"Kalau korban jiwa, sampai sejauh ini belum ada. Alhamdulillah," ujarnya.
Petugas sempat khawatir api merambat ke bangunan di sekitarnya, termasuk sekolah dan SPBU.
"Enggak sampai. Alhamdulillah bisa langsung kita tangani, enggak sampai merembet ke sekolahan maupun ke SPBU," katanya.
Proses pemadaman menghadapi kendala akibat sulitnya akses ke bagian belakang gudang serta tumpukan material plastik.
"Jadi kita ada kesulitan untuk pemadamannya karena harus disuntikkan ke dalam," ujarnya.
Haryanto memperkirakan penanganan bara di bawah reruntuhan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Kalau kita lihat sampai sekarang ini masih ada bara-bara di bawah, jadi mungkin satu, dua jam insyaallah bisa kita atasi," kata Haryanto.
Sementara itu, pihak kepolisian mulai melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran gudang ATK tersebut.
Kapolsek Bekasi Utara AKP Tono Listianto menyampaikan penanganan hukum terkait insiden ini.
"Mudah-mudahan kita dapat petunjuk apakah ada kesengajaan pihak lain ataupun terbakar karena sesuatu," ujar Tono.
Pada hari yang sama sekitar pukul 17.50 WIB, kebakaran juga melanda area limbah belakang PT IGI di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Sebanyak 16 unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang sempat membuat warga sekitar panik dan bersiap mengungsi.
Sekretaris Desa Cikopo, Hendri Yudistira Permana, memberikan keterangan mengenai laporan awal peristiwa di Purwakarta.
"Jam 17.50 diinformasikan kepada desa dan kami langsung menindaklanjuti ke Damkar terdekat," ujar Hendri.
Hendri mengonfirmasi bahwa material yang terbakar diduga merupakan limbah pabrik kemasan plastik.
"Diduga objek ini yaitu limbah yang berada di belakang perusahaan PT IGI. Kalau ledakan mungkin tidak ada, hanya api saja. Kalau sampai ledakan tidak ada," ujarnya.
Di tempat terpisah pada malam peringatan Kemerdekaan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, petugas damkar juga melakukan aksi evakuasi ponsel milik warga yang tercebur ke dalam gorong-gorong tertutup.
Danru Damkar Sektor Menteng, Dedi Supriyatno, menjelaskan kendala teknis yang dihadapi personelnya saat evakuasi.
"Proses untuk penanganan evakuasi handphone yang terjebur di gorong-gorong Bundaran HI sebenarnya kita cuma ada satu kesulitan di posisi got yang tertutup," kata Dedi.
Dedi menambahkan bahwa petugas berhasil menemukan akses masuk dan menyelamatkan ponsel tersebut dengan cepat.
"Kita bisa tangani kasus tersebut dengan cepat secara singkat. Kita hanya terhambat karena satu akses yang pertamanya saja cuma kita setelah kita penelusuran untuk mencari akses jalan akhirnya kita mendapatkan akses jalan tersebut untuk kita anggota untuk terjun ke saluran tersebut," tambah Dedi.