Indomobil eMotor Raih TKDN 50 Persen Perkuat Industri Lokal
Pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 50 persen berhasil diraih oleh Indomobil eMotor untuk jajaran produk kendaraan roda dua ramah lingkungannya. Langkah ini mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian industri otomotif nasional sekaligus memperkokoh ekosistem kendaraan listrik di tanah air, seperti dilansir dari Moladin.
Tingginya angka TKDN menjadi tolok ukur utama dalam menilai pemanfaatan komponen lokal pada industri manufaktur. Bagi sektor otomotif yang sedang menjalani transisi ke elektrifikasi, pencapaian ini membuktikan kemampuan produsen dalam negeri untuk memproduksi komponen krusial. Kehadiran pasokan lokal secara langsung mengurangi ketergantungan pada barang impor serta membuka banyak lapangan kerja baru.
Peningkatan TKDN dirancang sejak awal pengembangan produk melalui fokus riset dan kemitraan strategis bersama pembuat komponen lokal. Angka 50 persen tidak sekadar memenuhi regulasi pemerintah, tetapi juga menempatkan perusahaan sebagai kontributor penting dalam penguatan rantai pasok otomotif nasional.
Strategi memperkuat ekosistem dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses manufaktur, perakitan, hingga penyediaan infrastruktur pendukung di berbagai daerah.
Inovasi Komponen dan Infrastruktur
Inovasi pada sektor komponen lokal terus didorong, meliputi pengembangan baterai, motor penggerak, dan perangkat elektronik berkualifikasi internasional. Akselerasi teknologi ini dijalankan melalui kolaborasi aktif bersama universitas, lembaga penelitian, serta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Pengembangan jaringan layanan juga ditingkatkan lewat perluasan jaringan dealer dan penyediaan stasiun penukaran baterai. Kemudahan akses jaringan infrastruktur diharapkan memberikan rasa aman bagi konsumen sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik secara masif.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Penggunaan komponen lokal yang semakin dominan memberikan nilai tambah bagi manufaktur dalam negeri dan memperkuat nilai ekonomi nasional. Dari segi lingkungan, penetrasi kendaraan ramah lingkungan yang diproduksi secara lokal efektif menekan tingkat emisi gas rumah kaca serta mengurangi polusi udara di area perkotaan.
Langkah ini sejalan dengan target transisi energi nasional menuju mobilitas yang lebih bersih. Sinergi antara regulasi pemerintah, kesadaran masyarakat, dan inovasi pelaku industri memicu prospek cerah bagi pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia pada masa mendatang.