Disdik DKI Beri Opsi PJJ Bagi Sekolah Jakarta Pada 18 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memberikan pilihan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah negeri dan swasta di Jakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 87/SE/2026 yang terbit pada 15 Agustus 2026. Aturan ini memuat pedoman jam kerja aparatur sipil negara sekaligus skema PJJ dengan memperhatikan ketercapaian target pembelajaran.
Pihak dinas meminta para kepala sekolah berkoordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan setempat jika menemui kendala teknis. Selain itu, pimpinan sekolah diinstruksikan membangun komunikasi intensif bersama para orang tua siswa.
Melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh serta memberikan alternatif pembelajaran apabila terjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dengan berkoordinasi kepada Kepala Suku Dinas Pendidikan dan/atau Kepala Bidang yang mengampu Satuan Pendidikan, tulis edaran resmi tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana memberikan konfirmasi bahwa skema belajar daring ini bersifat opsional. Setiap satuan pendidikan memegang wewenang penuh untuk menentukan metode yang paling sesuai dengan kondisi internal mereka.
Bahasa di surat 'dapat', jadi (PJJ) tidak wajib, ujar Nahdiana.
Nahdiana menambahkan bahwa fasilitas pembelajaran tatap muka di lokasi sekolah tetap wajib beroperasi bagi murid yang memilih belajar secara luring.
Kalau ada siswa yang tetap pengen belajar luring di sekolah harus dilayani juga, ujarnya.
Penetapan aturan ini sekaligus mengklarifikasi isu yang beredar di masyarakat mengenai dikaitkannya skema PJJ dengan rencana aksi unjuk rasa pada tanggal tersebut.
Bukan karena itu (demo), katanya.
Penerbitan instruksi ini mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 30/SE/2026 terkait fleksibilitas tugas kedinasan ASN dalam momentum peringatan hari kemerdekaan.
Jadi untuk memberikan kesempatan pada anak-anak untuk merayakan dan memaknai kemerdekaan, katanya.