Drone Iran Serang Kantor PM Kurdistan dan Rumah Kepala Intelijen Irak

Share

Dua drone Iran menyerang kantor perdana menteri (PM) Kurdistan Irak dan kediaman kepala Badan Keamanan dan Intelijen wilayah otonom tersebut pada Senin, 17 Agustus 2026, menurut pernyataan resmi. Direktorat Kontra-Terorisme Kurdistan menyatakan bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menimbulkan ketegangan keamanan di wilayah tersebut. "Setelah penyelidikan oleh Unit Kontra-Terorisme Kurdistan, kantor pribadi saya dan rumah kepala Badan Keamanan dan Intelijen menjadi sasaran serangan drone Iran hari ini," ujar Perdana Menteri Kurdistan Masrour Barzani dalam unggahan di media sosial X.

Masrour Barzani menegaskan bahwa serangan ini merupakan eskalasi berbahaya dan ancaman langsung terhadap stabilitas serta keamanan Kurdistan.

Direktorat Kontra-Terorisme regional menjelaskan, "Dua drone jenis Hadid-110 yang bermuatan bahan peledak diluncurkan dari seberang perbatasan Iran menuju kantor pribadi perdana menteri wilayah Kurdistan dan kediaman direktur Badan Parastin." Wilayah Kurdistan yang menampung pasukan AS dan perusahaan minyak asing serta kelompok pemberontak yang diasingkan dari Iran telah menjadi sasaran lebih dari 965 serangan drone dan rudal sejak 28 Februari 2026, menurut laporan Rudaw dan Fars News Agency.

Serangan serupa sebelumnya terjadi pada 17 Juli 2026, ketika serangan drone dan roket menewaskan sembilan orang di dekat kota Sulaimaniyah di timur Kurdistan. Selain itu, empat drone tak dikenal jatuh di berbagai lokasi di Erbil pada 12 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan material tanpa korban jiwa, menurut sumber keamanan Kurdi.

Erbil juga sempat menjadi lokasi serangan drone yang dicegat di atas kota, dengan puing-puing jatuh di dekat Bandara Internasional Erbil yang sempat menghentikan operasional bandara secara sementara. Serangan-serangan ini sebagian besar ditujukan kepada kelompok Kurdi yang menentang Iran serta pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut. Iran menuduh kelompok oposisi Kurdi melayani kepentingan Barat dan Israel, sehingga serangan terhadap mereka terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata regional yang diumumkan pada April 2026 namun gagal diterapkan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author