BI Proyeksikan Transaksi Kartu Kredit Beralih ke KKI Integrasi QRIS
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia memproyeksikan sekitar 10 persen dari total pangsa pasar kartu kredit akan berpindah ke Kartu Kredit Indonesia setelah instrumen pembayaran domestik tersebut resmi terintegrasi dengan jaringan QRIS di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia Santoso Liem mengungkapkan porsi transaksi kartu kredit saat ini berada di angka 15 persen, sementara transaksi QRIS mendominasi hingga mendekati 65 persen dari total aktivitas pembayaran.
"Kita harapkan di antara 15% itu mungkin 10% akan pindah. Karena sisanya, karena ticket size-nya tinggi dan biasanya digunakan ke luar negeri, kita harapkan mungkin akan tetap bertahan sekitar 5%," ujar Santoso di Kantor BI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Peralihan instrumen ini menyasar segmen ritel, termasuk generasi muda yang terbiasa memanfaatkan fasilitas kredit untuk transaksi harian melalui skema pembayaran tertunda yang diproses secara domestik.
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy menjelaskan potensi ceruk pasar pengguna baru yang menjadi sasaran utama pengembangan produk ritel berbasis jaringan lokal tersebut.
"Paling tidak pangsa masyarakat yang memang akhir-akhir ini digerakkan oleh generasi Z dan generasi milenial, pengguna sumber dana kredit ini bisa masuk ke dalam KKI segmen retail,” kata Ryan di Kantor BI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Pengembangan infrastruktur transaksi domestik ini diposisikan Bank Indonesia sebagai bagian integral dari penguatan ekosistem finansial nasional.
Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menegaskan peran vital sistem pembayaran terhadap produktivitas dan daya saing ekonomi nasional.
"Sistem pembayaran bukan sekadar sarana transaksi. Namun merupakan urat nadi aktivitas ekonomi yang menghubungkan masyarakat dengan pelaku usaha, menghubungkan inovasi dengan produktivitas, serta menghubungkan kepercayaan dengan pertumbuhan ekonomi," ujar Destry di Kantor BI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Pengintegrasian Kartu Kredit Indonesia ke dalam skema QRIS didukung oleh lompatan volume transaksi digital nasional. Data Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS sepanjang semester I 2026 menembus 12,55 miliar transaksi dengan nilai nominal mencapai Rp1,12 kuadriliun, atau melonjak 93,92 persen secara tahunan.
Hingga Juni 2026, basis pengguna QRIS telah menyentuh 65,77 juta jiwa dengan penambahan 6,23 juta pengguna baru sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Infrastruktur ini juga didukung oleh jaringan 44,86 juta merchant terdaftar, yang mana 96,68 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.