Bandara Internasional Hong Kong Resmikan Terminal Penumpang Baru
Bandara Internasional Hong Kong resmi mengoperasikan terminal penumpang keduanya pada Rabu (27/5/2026) demi mengerek kapasitas hingga 100 juta penumpang per tahun. Langkah ekspansi masif ini menelan investasi sebesar US$14,5 miliar sekaligus memperkuat posisi saing kawasan menghadapi Singapura dan Dubai dalam perebutan lalu lintas penumpang serta kargo udara.
Pengoperasian perdana fasilitas ini ditandai dengan kedatangan para penumpang sejak pukul 5 pagi waktu setempat, dilansir dari Bloombergtechnoz. Penerbangan pertama yang lepas landas melalui terminal baru tersebut dilayani oleh maskapai Hong Kong Airlines dengan rute menuju Shanghai.
Terminal anyar ini diproyeksikan menjadi pangkalan bagi 15 maskapai penerbangan yang mayoritas bergerak di segmen berbiaya rendah (LCC). Sejumlah perusahaan penerbangan yang akan beroperasi di sana meliputi AirAsia, Hainan Airlines, Cambodia Airways, IndiGo, Bangkok Airways, serta Cebu Pacific.
Pengalihan operasional maskapai-maskapai tersebut otomatis bakal melonggarkan kapasitas di Terminal 1. Alhasil, Terminal 1 dapat dioptimalkan sepenuhnya untuk melayani maskapai penerbangan utama seperti Cathay Pacific Airways Ltd.
Berdasarkan data lembaga analisis penerbangan OAG, Bandara Internasional Hong Kong menempati peringkat kedelapan dalam daftar bandara internasional tersibuk di dunia sepanjang tahun 2025. Total kapasitas yang tercatat mencapai 38,7 juta kursi penumpang.
Pencapaian tersebut masih berada di bawah performa Bandara Internasional Dubai yang memimpin dengan 62,4 juta kursi. Sementara itu, Bandara Changi di Singapura mengamankan posisi di atas Hong Kong dengan catatan kapasitas sebesar 42,6 juta kursi.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang di Iran, saat ini tengah mengganggu arus perjalanan melalui hub utama seperti Dubai dan Doha. Momentum ini dimanfaatkan oleh pusat penerbangan Asia seperti Hong Kong, Singapura, dan Seoul untuk merebut kembali pangsa pasar lalu lintas penumpang internasional.
“Terminal 2 sangat penting bagi HKIA karena menyediakan kapasitas tambahan bagi kami untuk berkembang,” kata Steven Yiu, direktur eksekutif operasi bandara HKIA.
Otoritas bandara setempat mengeklaim infrastruktur baru ini sebagai terminal dengan dukungan digital paling mutakhir di dunia demi mengawali era perjalanan udara minim staf. Teknologi kecerdasan buatan (AI), robotika, serta pemindaian wajah diintegrasikan untuk memproses pergerakan hingga 30 juta penumpang setiap tahun.
Secara teknis, terminal ini menyediakan 58 kios check-in mandiri serta 68 fasilitas penyerahan bagasi otomatis yang terintegrasi dengan pengenal wajah dan AI. Kendati demikian, manajemen tetap menyediakan 108 konter check-in yang dioperasikan secara manual secara berdampingan. Proyek perluasan berskala besar ini juga mencakup fasilitas landasan pacu ketiga yang saat ini statusnya sudah beroperasi penuh.