Negara Sahabat Sampaikan Ucapan HUT ke-81 RI dan Perkuat Kemitraan
Pemimpin negara dan diplomat mancanegara menyampaikan ucapan selamat serta memperkuat komitmen kerja sama bilateral pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026). Momentum kemerdekaan ini juga diwarnai dengan penyampaian simpati atas bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Peringatan HUT ke-81 RI yang mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur" tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah duta besar di Istana Merdeka, sementara beberapa kepala negara dan pejabat luar negeri mengirimkan pesan resmi. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa penguatan hubungan antara Rusia dan Indonesia berkembang sangat produktif, terutama sejak kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Hubungan antara Moskow dan Jakarta berkembang dengan sangat baik, sebagaimana tercermin dalam interaksi kami yang produktif," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.
Putin juga menekankan pentingnya kemitraan kedua negara bagi stabilitas di kawasan internasional. "Saya yakin (hubungan) ini sepenuhnya sejalan dengan kepentingan rakyat kedua negara yang bersahabat dan berkontribusi pada penguatan keamanan dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik dan di seluruh dunia," kata Putin.
Selain ucapan selamat kemerdekaan, pihak Rusia melalui kedutaannya di Jakarta turut menyampaikan keprihatinan atas musibah bencana alam di Indonesia. "Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jakarta menyampaikan belasungkawa yang tulus atas jatuhnya banyak korban jiwa serta kerusakan akibat gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur," kata Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.
Pernyataan belasungkawa tersebut disampaikan secara resmi melalui saluran komunikasi digital kedutaan. "Kami turut berduka cita kepada para keluarga dan kerabat korban meninggal dunia. Kami berharap kehidupan masyarakat di wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam ini dapat segera kembali ke normal," kata Kedutaan Besar Rusia di Jakarta. Dari pihak Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyampaikan ucapan selamat atas nama pemerintah dan rakyat AS melalui pernyataan resmi.
"Atas nama rakyat Amerika Serikat, saya menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Indonesia atas peringatan Kemerdekaan Indonesia yang ke-81," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.
Rubio menyoroti landasan Kemitraan Strategis Komprehensif yang melingkupi berbagai sektor krusial antara kedua negara. "Kemitraan Strategis Komprehensif kami mencerminkan dalamnya kerja sama kedua negara, mulai dari pertahanan dan keamanan regional hingga perdagangan yang adil dan berimbang, energi, serta teknologi," kata Rubio. Pemerintah AS berencana memperluas kolaborasi pada sejumlah bidang strategis baru di masa mendatang.
"Amerika Serikat berharap dapat menciptakan berbagai peluang baru bagi kedua negara di bidang-bidang prioritas, seperti mineral kritis, keamanan maritim, dan ekonomi digital," kata Rubio.
Ia menyampaikan harapan agar hubungan bilateral ini terus memberikan dampak positif bagi kedua bangsa. "Kami menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Anda dan seluruh rakyat Indonesia, seraya kita melanjutkan perjalanan menuju kemakmuran bersama," kata Rubio.
Sama seperti Rusia, perwakilan Amerika Serikat juga memberikan empati atas bencana gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur. "Kami juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada mereka yang kehilangan orang-orang terkasih akibat gempa bumi dahsyat dan dampaknya di Nusa Tenggara Timur," kata Rubio.
Pemerintah AS menegaskan dukungan moral bagi seluruh warga yang menjadi korban dalam bencana tersebut. "Doa dan simpati kami menyertai mereka yang terluka serta seluruh masyarakat yang terdampak oleh bencana ini," kata Rubio. Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy menegaskan kembali ikatan sejarah mendalam antara Mesir dan Indonesia sejak masa awal kemerdekaan.
"Mesir sangat bangga dengan ikatan sejarah antara kedua bangsa kita serta statusnya sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia," kata Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy.
Mesir tercatat memberi pengakuan de facto pada 22 Maret 1946 dan pengakuan de jure pada 10 Juni 1947, serta terus memperluas kerja sama bilateral. "Kami sangat bangga menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Selama kurun waktu tersebut, kami telah mencapai banyak kemajuan bersama Indonesia di berbagai bidang dan sektor, termasuk politik, ekonomi, budaya, dan pembangunan.
Saat ini, kami terus mendorong hubungan kedua negara menuju cakrawala baru," kata Elshemy. Elshemy juga memberikan apresiasi terhadap kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Indonesia.
"Salah satu hal yang indah di Indonesia adalah harmoni di antara masyarakatnya serta budayanya, bagaimana orang Indonesia menghargai dan bangga akan sejarah serta warisan budaya mereka yang panjang, bahkan juga kuliner Indonesia," kata Elshemy.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menguraikan perjalanan panjang kemitraan bilateral kedua negara yang kini telah memasuki usia 74 tahun. "Kami menghargai persahabatan ini dan yakin kerja sama ini akan terus berkembang demi kemajuan dan kesejahteraan kedua negara," kata Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.
Perwakilan dari kawasan Asia Timur, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang Myochin Mitsuru, turut menyampaikan harapan penguatan hubungan bilateral saat menghadiri upacara di Istana Merdeka. "Saya ingin menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Indonesia. Indonesia dan Jepang telah lama menjalin hubungan dan ikatan yang sangat erat, baik secara historis, ekonomi, maupun politik. Maka, saya ingin kembali menegaskan harapan kuat kami untuk mempererat hubungan antara kedua negara kita," kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang Myochin Mitsuru.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyampaikan ucapan hangat dan menyoroti kedekatan persaudaraan antar kedua negara. "Saya ingin menyampaikan harapan terbaik dari pemerintah dan rakyat Pakistan kepada pemerintah dan rakyat negara sahabat, Indonesia," kata Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri. Chaudhri turut memuji langkah pembangunan Indonesia dan kepemimpinan nasional saat ini.
"Menurut saya, Indonesia menunjukkan kemajuan yang luar biasa, baik dari segi pembangunan sosial maupun ekonomi. Saya ingin secara khusus menyoroti kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Saya sangat terkesan dengan visinya untuk memajukan perekonomian dan, yang terpenting, untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya," kata Chaudhri.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen memuji pencapaian sejarah Indonesia selama delapan dekade lebih dan menegaskan kemitraan berkelanjutan. "Indonesia, Anda adalah negara yang hebat, dan dengan pengalaman selama 81 tahun, Anda memiliki masa depan yang gemilang. Sebagai Belanda, kami berdiri bersama Anda untuk mewujudkan impian-impian Anda.
Selamat Hari Kemerdekaan," kata Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen. Selain negara-negara tersebut, Duta Besar Polandia Barbara Szymanowska dan Duta Besar Swiss Konstantin Obolensky turut menyampaikan ucapan selamat melalui media sosial diplomatik. Swiss secara khusus merayakan 75 tahun kemitraan dengan Indonesia pada tahun ini.