LSPR Buka LSBA Bekasi Sediakan Pendidikan Vokasi Disabilitas
London School Beyond Academy meresmikan kampus baru di LSPR Transpark Bekasi untuk memperluas akses pendidikan vokasional bagi remaja penyandang disabilitas, dilansir dari Detikcom.
Peresmian tersebut diwarnai penampilan duet siswa LSBA Marthalima Dwi Satryo bersama Josef Radel di Arswendo Atmowiloto Centre for Performing Arts, LSPR Transpark Bekasi, akhir pekan lalu.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial Fatma Saifullah Yusuf mengapresiasi kehadiran lembaga pendidikan tersebut dalam menyiapkan kemandirian peserta didik.
"Melihat penampilan anak-anak kita tadi, hati saya sangat tersentuh. Mereka membuktikan bahwa di balik keterbatasan ada talenta luar biasa yang mekarnya hanya butuh satu hal: kesempatan," ujar Fatma dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Ia menekankan pentingnya penguatan keterampilan praktis, kepercayaan diri, hingga kemampuan sosial bagi anak berkebutuhan khusus agar siap menembus dunia kerja.
"Setelah pendidikan formal, kita harus menyiapkan anak-anak untuk menjadi lebih mandiri, bermartabat, dan bisa diterima di masyarakat," kata Fatma.
Dukungan keluarga serta konsistensi para pengelola lembaga pendidikan inklusif juga menjadi faktor krusial dalam mendukung keberhasilan program vokasi ini.
"Pendidikan inklusif bukan hanya tentang materi yang diberikan di kelas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak ini memiliki kepercayaan diri, keterampilan, dan kesempatan untuk berkontribusi di masyarakat," ucap Fatma.
Direktur LSBA dan LSCAA Associate Professor Chrisdina menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran di institusinya disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu secara rinci.
"Pembelajaran di LSBA menekankan praktik langsung dengan program yang disesuaikan dengan kemampuan peserta," papar Chrisdina.
Proses pembelajaran mengombinasikan metode pembelajaran menyenangkan, visual, dan auditori untuk mengasah kedisiplinan serta tanggung jawab siswa.
LSBA Bekasi menyediakan empat bidang keterampilan, yakni Tata Boga, Kriya, Administrasi Perkantoran, serta Digital Desain dan Cetak. Setiap angkatan memiliki kapasitas maksimal 70 peserta didik lulusan SMA atau sederajat yang telah lolos tahap asesmen.
Para peserta akan mengikuti enam semester masa pembelajaran dan dilanjutkan dengan dua semester pelatihan kerja. Kampus ini dilengkapi laboratorium praktikum seperti Laboratorium Tata Boga, Sablon, Kriya, serta Kerajinan Tangan.
Kementerian Sosial turut berkolaborasi menyediakan ruang kerja profesional bagi lulusan melalui kafe disabilitas Selalu Ada Kopi di Kantor Kemensos, serta berencana mengadaptasi pola pendampingan terstandar LSBA ke sentra rehabilitasi sosial di berbagai daerah.
Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita di Lantai 2 LSBA Bekasi oleh Fatma Saifullah Yusuf, Penasehat DWP Kemen PKP Shinta Maruarar Sirait, Founder & CEO LSPR Institute Prita Kemal Gani, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesona Pribadi Sejahtera Kemal Effendi Gani, serta mantan Dubes RI untuk Qatar Ridwan Hassan.