OIKN Rinci Pembangunan IKN Rp257 Triliun dari APBN KPBU dan Swasta

Share

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membeberkan struktur skema pendanaan pembangunan kawasan Nusantara, Kalimantan Timur, Senin (17/8/2026). Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa skema pembiayaan tidak semata bergantung pada APBN, melainkan juga disokong skema KPBU, investasi swasta, dan hibah, dilansir dari Detik Finance.

Alokasi anggaran APBN tercatat sebesar Rp 48,8 triliun untuk periode 2025–2029 yang terbagi dalam tiga tahap pembangunan utama. Dana APBN dialokasikan untuk peningkatkan jalan 12,1 km di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B dan 1C, penataan Sepaku, RTH, gedung lembaga legislatif dan yudikatif, serta hunian vertikal ASN dan personel pertahanan.

Progres pembangunan kawasan perkantoran legislatif dan yudikatif saat ini dilaporkan telah mencapai rata-rata 13,6 persen.

"APBN dalam menyelesaikan yudikatif dan legislatif, sudah kami hitung waktu itu dengan Perencanaan dan dari Prasarana, itu membutuhkan Rp 48,8 triliun untuk gedung-gedung, untuk kawasan, dan untuk konektivitasnya," terang Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Selain APBN, nilai proyek melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tercatat mencapai Rp 134,22 triliun. Pemanfaatan KPBU difokuskan pada penyediaan hunian serta pembangunan akses jalan dan Multi-Utility Tunnel (MUT) yang melibatkan tujuh perusahaan pemrakarsa.

Sementara itu, realisasi investasi dari sektor swasta telah menghimpun dana sebesar Rp 74,54 triliun. Alokasi tersebut diperuntukkan bagi pembangunan fasilitas komersial dan pendukung seperti hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan, sarana rekreasi, hingga fasilitas olahraga.

Tiga investor properti asing yang sudah memulai pengerjaan yakni PT Dejem Nusantara Development dari Dubai, PT Dian Jaya Indonesia dari Korea Selatan, serta PT Starbright International Investment asal China.

"Dari Dejem itu membangun mal sebesar Rp 4 triliun, 10 hektar, sudah dilunasi tanahnya. 8 hektar untuk mal, 2 hektar untuk wakaf mereka mau bikin masjid. Insyaallah mulai dari 2027 mereka akan siap mulai bekerja. Kemudian yang Starbright dari China, ada 4 tower hunian bangunan dan komersial, sudah mulai membentuk pekerjanya sebesar Rp 1,25 triliun. Yang ketiga dari Korea, itu yang Dian Jaya, itu kawasan komersial, ada 25 tower, desainnya itu sangat-sangat futuristic," jelas Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Pada skema KPBU hunian, PT Intiland Development Tbk tercatat membangun 109 rumah tapak dan 41 tower rusun. Pemrakarsa lain yang terlibat mencakup Nindya (8 tower), Guangxi – DMT (11 tower), Samsung C&T (21 tower), PJ-IC (20 tower), IJM-CHEC (20 tower), serta PT Hutama Karya (10 tower).

Untuk pemrakarsa infrastruktur jalan dan MUT skema KPBU, pengerjaan dilakukan oleh PT Sumber Mitra Jaya (17,67 km), PT Adhi Karya (15,48 km), Nindya – Brantas (21,67 km), CHEC – IJM (26,9 km), dan Guangxi – DMT (21,04 km).

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: IKN OIKN Pembangunan IKN
Editors Team
gilang-permana-putra
Author