Delapan Negara Muslim Mengutuk Penolakan Israel atas Rencana Gaza

Share

Menteri Luar Negeri Indonesia bersama diplomat utama dari tujuh negara Muslim mengutuk keras penolakan Israel terhadap peta jalan penerapan rencana perdamaian Gaza usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (17/8/2026). Pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Arab Saudi, Mesir, Yordania, Pakistan, Indonesia, Turki, Qatar, dan Uni Emirat Arab menilai langkah Israel tersebut merusak upaya pencapaian perdamaian yang adil dan abadi di kawasan tersebut. Kecaman ini mengemuka setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana perdamaian terbaru Trump. Netanyahu menegaskan pasukan Israel tidak akan ditarik dari sekitar 60 persen wilayah Gaza yang dikuasainya sebelum Hamas melucuti senjatanya secara total.

Rencana perdamaian yang diumumkan Trump menyerukan penghentian segera operasi militer, pelucutan senjata kelompok militan, penarikan pasukan Israel, serta pembangunan kembali Gaza di bawah pemerintahan teknokrat Palestina yang baru.

Di tengah sikap keras Israel, delegasi Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya mengadakan pertemuan dengan Kepala Badan Intelijen Mesir Mayor Jenderal Hassan Rashad di Kairo pada Minggu (16/8/2026) untuk membahas pelaksanaan rincian gencatan senjata. Pada hari yang sama, Utusan Khusus AS Jared Kushner juga menggelar pertemuan mendesak dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kota El-Alamein untuk mendorong pemenuhan kewajiban seluruh pihak yang bertikai berdasarkan kesepakatan KTT Sharm El-Sheikh.

Diplomasi regional ini berlanjut dengan pertemuan antara Hamas dan Kushner di Mesir guna menindaklanjuti peta jalan pasca-perang, ketika rombongan pejabat Amerika Serikat dan Dewan Perdamaian dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Israel dan Mesir.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author