Pemkot Blitar Buka Makam Bung Karno 24 Jam untuk Peziarah dan Wisatawan

Share

Pemerintah Kota Blitar membuka Makam Bung Karno selama 24 jam non stop mulai 15 Agustus 2026 untuk melayani peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah, terutama yang ingin berkunjung pada malam hari, dilansir dari Detik Travel.

Meski suasana di malam hari lebih sepi dibandingkan siang, pembukaan ini memungkinkan peziarah untuk berziarah dengan lebih khidmat di pusara Bung Karno. Kebijakan ini juga diharapkan meningkatkan ekonomi warga sekitar, khususnya pedagang.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyatakan pembukaan 24 jam tersebut telah mendapat izin dari Megawati Soekarnoputri.

"Kami juga sudah mendapatkan ijin dari Bu Mega, beliau juga beberapa kali untuk menanyakan jumlah pengunjung di MBK selama 1 bulan atau 1 tahun jadi kami report terus. Bu mega berpesan para peziarah juga dilakukan secara tertib dibikin tidak banyak di dalam, jadi agar tidak berjubel makanya aturan (24 jam) ini diterapkan dan tentunya dengan mempertimbangkan kondusifitas dan penataan di Makam Bung Karno," ujar Syauqul Muhibbin.

Ia menambahkan pedagang di sekitar makam akan menyesuaikan aturan ini, dan pembukaan ini bertujuan memfasilitasi peziarah sekaligus mendorong perekonomian warga.

"Kami konditional kalau pedagang, intinya pembukaan ini dalam rangka memfasilitasi peziarah yang datang ke Makam Bung Karno. Kemudian masyarakat juga bisa mengambil hikmah atau ajaran beliau. Sama halnya dengan pedagang dan masyarakat Kota Blitar dapat semakin berkembang," kata Syauqul Muhibbin.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan target awal kunjungan adalah sekitar 221 ribu pengunjung per tahun, dan pembukaan 24 jam diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung menjadi 250 ribu orang.

"Target awal kunjungan di sini, sekitar 221 ribu pengunjung selama setahun. Tapi setelah ini nanti, setelah dibuka 24 jam untuk target pengunjung bisa naik menjadi 250 ribu orang," ujar Rike Rochmawati.

Rike juga mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas pendukung seperti lampu penerangan telah disiapkan untuk mendukung layanan 24 jam dan petugas penjaga akan diatur secara shift.

"Iya untuk petugasnya akan diberlakukan di-shift. Insyaallah, sambil lihat perkembangan kami akan mengusulkan tenaga tambahan kalua memang dibutuhkan. Cuma sementara saat ini masih belum ada tambahan, dengan tenaga yang ada kami manfaatkan sesuai dengan anggaran yang tersedia," tutup Rike Rochmawati.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author