Grammy Pertimbangkan Revisi Kategori Asian Pop Usai Boikot BTS

Share

Organisasi Grammy mengisyaratkan rencana revisi kategori Asian Pop yang baru diluncurkan menyusul aksi boikot dari grup musik asal Korea Selatan, BTS, seperti dilansir dari Detikcom pada Sabtu (15/8/2026).

Langkah pertimbangan ini diambil setelah ketujuh anggota BTS secara kompak menolak mengajukan karya mereka untuk pertimbangan nominasi Grammy 2027 sebagai bentuk protes terhadap pengotak-kotakan musik Asia.

CEO Grammy Harvey Mason Jr. menjelaskan bahwa pihaknya terus berdialog dengan para pimpinan label musik di Asia untuk memastikan seluruh komunitas terwakili secara adil.

"Organisasi Grammy hadir untuk melayani seluruh insan musik, dan bagian dari upaya tersebut adalah memastikan tidak ada suara atau komunitas yang terabaikan atau disalahpahami," kata CEO Grammy, Harvey Mason Jr.

Manajemen Grammy mengakui adanya ketidaksesuaian antara niat awal pembentukan kategori baru tersebut dengan respons yang diterima dari para seniman Asia di lapangan.

"Ada sejumlah seniman di bidang ini yang merasa bahwa kategori tersebut tidak merepresentasikan musik yang telah mereka ciptakan dengan susah payah sebagaimana yang mereka harapkan. Sebagai sesama musisi, saya sangat memahami dan menanggapi hal itu dengan serius," ujar Harvey Mason Jr.

Sebelumnya, para personel BTS menyampaikan keputusan resmi mereka untuk tidak berpartisipasi dalam ajang penghargaan tersebut melalui platform media sosial masing-masing pada 30 Juli lalu.

"Kami memutuskan untuk tidak mengajukan karya ke Grammy tahun ini. Kami ingin musik didengar dan dicintai apa adanya, alih-alih dikategorikan berdasarkan wilayah atau bahasa," kata RM, Suga, V, Jungkook, j-hope, Jin, dan Jimin.

Pihak Grammy kini sedang meminta masukan langsung dari berbagai label K-Pop, J-Pop, C-Pop, hingga industri musik India demi memperbaiki struktur kategori tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BTS Grammy Industri Musik K Pop
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author