Edutrip Soekarno Hatta Mengenalkan Dunia Aviasi Kepada Wisatawan
Wisata edukasi Edutrip Soekarno-Hatta hadir mengenalkan dunia penerbangan secara langsung kepada masyarakat di bawah menara Jakarta Air Traffic Control (JATC), Tangerang, sejak Februari 2026. Program ini diinisiasi oleh edu-kreator penerbangan Abi Satria yang terinspirasi dari sosok B.J. Habibie.
Sebanyak 1.274 peserta tercatat telah mengikuti program belajar aviasi ini sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Kegiatan yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut diawali dari Stasiun Kereta Bandara Soekarno-Hatta menuju area menara JATC.
Abi Satria mengungkapkan landasan utamanya mendirikan wisata edukasi penerbangan ini kepada publik.
"Jadi aku terinspirasi banget sama almarhum B.J. Habibie di penerbangan, dari kecil aku suka banget soal penerbangan dan ingin sekali seperti beliau bisa bermanfaat ke Indonesia dengan caraku sendiri," ujar Abi.
Para peserta mendapatkan berbagai fasilitas seperti kudapan, minuman, hingga tiket boarding pass unik. Selama program, wisatawan diajak mempelajari alur penerbangan, istilah teknis seperti push back, taxiway, hingga mempraktikkan komunikasi radio telephony antara pilot dan tim ATC.
Pengalaman bermain peran selama tur edukasi ini dirasakan langsung oleh para peserta yang hadir di lokasi.
"Yang roleplay tadi jadi pilot sama ATC tadi itu seru," cerita Naria, salah satu peserta Edutrip Soekarno-Hatta Batch 91.
Selain roleplay komunikasi, peserta dibagi menjadi tim beranggotakan empat orang untuk mempraktikkan simulasi memarkirkan pesawat. Peserta juga berkesempatan mendengarkan percakapan langsung antara pilot dan pengatur lalu lintas udara secara real time melalui perangkat HT.
Inisiator program berencana melangkah ke ajang pemecahan rekor nasional dalam waktu dekat.
"Nanti di akhir Agustus ini akan ada pemecahan rekor muri edutrip penerbangan pertama dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesa, kemungkinan tanggal 30 Agustus," ujar Abi.
Kegiatan Edutrip Soekarno-Hatta ini dijadwalkan beroperasi rutin setiap hari Sabtu dan Minggu sebagai alternatif liburan edukatif bagi masyarakat.