Jasa Marga Prediksi 1,09 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Share

Sebanyak 1,09 juta kendaraan diprediksi akan meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode libur Hari Raya Iduladha 1447H/2026 dan Hari Lahir Pancasila sejak Selasa (26/05/2026) hingga Senin (01/06/2026). Lonjakan volume lalu lintas ini diantisipasi oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui kesiapan layanan operasional tol, dilansir dari Bloomberg Technoz pada Rabu (27/05/2026).

Estimasi total volume lalu lintas tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 8,9 persen dari kondisi normal yang biasanya mencatat sekitar 1 juta kendaraan. Akumulasi angka pergerakan kendaraan ini diproyeksikan mengalir melalui empat Gerbang Tol (GT) Utama.

Arus kendaraan keluar tersebut terbagi menuju beberapa titik, yakni GT Cikupa ke arah Merak, GT Ciawi ke arah Puncak, GT Cikampek Utama ke arah Trans Jawa, serta GT Kalihurip Utama ke arah Bandung.

"Prediksi lalu lintas ini juga telah memperhitungkan kebijakan Work From Home [WFH] yang masih diterapkan sejumlah perusahaan pada Jumat [29/05/2026]. Kebijakan tersebut berpotensi memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam siaran pers.

Mayoritas mobilitas pada libur panjang kali ini diperkirakan mengarah ke wilayah timur, disusul pergerakan ke arah barat dan selatan.

"Mobilitas kendaraan pada periode libur panjang ini diproyeksikan didominasi kendaraan menuju arah Timur yaitu Trans Jawa dan Bandung sebesar 47,4%. Disusul arah Barat ke Merak sebesar 27,1% serta arah Selatan ke Puncak sebesar 25,5%." kata Rivan A. Purwantono.

Manajemen Jasa Marga Group memfokuskan pengawasan intensif pada rute-rute menuju destinasi wisata favorit seperti Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Cipularang, dan Jagorawi. Selain itu, langkah rekayasa lalu lintas berupa contraflow dipersiapkan sesuai dengan diskresi dari pihak Kepolisian.

"Kami juga memastikan kegiatan preservasi jalan tol tetap berjalan optimal agar kualitas jalur tetap terjaga. Antisipasi terhadap potensi gangguan akibat cuaca, termasuk curah hujan tinggi, turut menjadi perhatian agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," tambah Rivan A. Purwantono.

Peningkatan fasilitas operasional juga menyasar tempat istirahat atau rest area di sepanjang koridor tol. Penataan mencakup kapasitas area parkir kendaraan, kebersihan fasilitas toilet gratis, pemenuhan pasokan air bersih, hingga penyediaan tempat ibadah bagi pengguna jalan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author