Ukraina Meluncurkan Ratusan Drone ke Rusia Enam Orang Tewas
Ukraina meluncurkan serangan drone besar-besaran ke sejumlah wilayah Rusia termasuk Moskow pada malam tanggal 15 Agustus 2026, yang mengakibatkan sedikitnya enam orang tewas serta memicu kebakaran hebat di beberapa fasilitas logistik. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa pasukannya berhasil menghancurkan total 822 drone milik Ukraina di seluruh wilayah penerbangan Rusia selama serangan udara tersebut berlangsung. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengungkapkan bahwa gelombang serangan udara tersebut mengarah langsung ke kawasan ibu kota Rusia dengan intensitas tinggi sejak malam hari.
"Sejak kemarin malam hingga pukul 06.30 pagi hari ini, 600 drone terbang menuju wilayah Moskow, dan 201 di antaranya dihancurkan di wilayah Moskow," tulis Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin melalui platform MAX yang didukung pemerintah.
Gubernur Moskow Andrei Vorobyov mengonfirmasi adanya korban jiwa serta kerusakan bangunan tempat tinggal di wilayah Podolsk akibat hantaman pesawat tanpa awak tersebut. Seorang pria berumur 83 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah drone Ukraina menghantam rumah pribadinya, sementara fasilitas gudang ritel Wildberries seluas 250.000 meter persegi di Podolsk mengalami kebakaran hebat.
Di wilayah Rostov yang berbatasan langsung dengan Ukraina, serangan udara juga merusak beberapa fasilitas sipil serta stasiun kereta api lokal. Gubernur Rostov Yuri Sliusar mengonfirmasi bahwa tiga orang tewas di wilayahnya dan petugas medis bertindak cepat menangani korban lainnya.
"Para dokter sedang memberikan semua bantuan yang diperlukan," ujar Sliusar. Sliusar menambahkan bahwa sistem pertahanan udara Rusia menghancurkan lebih dari 150 drone dan rudal yang terdeteksi di atas tiga kota serta sembilan distrik di Rostov. Sebagai balasan atas rentetan serangan tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada 16 Agustus 2026 bahwa pasukannya menyerang tiga kapal pengangkut dan dua kapal tanker minyak di pelabuhan Odessa.
Rusia juga melancarkan serangan udara ke fasilitas manufaktur drone Ukraina di Belgorod-Dnestrovsky serta dermaga kapal patroli Angkatan Laut Ukraina di Vilkovo.
Sementara itu, militer Rusia kembali meluncurkan gelombang rudal balistik ke berbagai kota di Ukraina, termasuk Kyiv, Sumy, dan Kryvyi Rih. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan balasan Rusia yang menyasar wilayah sipil dan menyebabkan sejumlah warga tewas. "Di mana pun Rusia dapat menjangkau dengan rudal balistiknya, mereka menyerang infrastruktur sipil," kata Zelensky dalam pernyataannya di media sosial.
Serangan rudal Rusia di Kryvyi Rih dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai 14 lainnya, sementara satu korban jiwa tercatat di Sumy serta enam warga terluka di Kyiv.